RADAR JOGJA – Yogyakarta menjadi wilayah menarik untuk dijelajahi lantaran keindahan alam, kekayaan wisata dan budayanya.
Maka tak heran, kota ini selalu menjadi tujuan di akhir pekan dari wisatawan luar kota.
Namun isu parkir nuthuk selalu menghantui wisatwan, pasalnya banyak yang mengeluh dan mengadu di media sosial.
Mereka menyampaikan pengalaman tak mengenakan ketika berwisata di Yogyakarta.
Salah satu Wisatawan mengeluhkan mengenai tarif parkir liar di kawasan Kotabaru dekat Lapangan Kridosono pada sabtu malam 19 Juli 2025, hal tersebut menarik perhatian warga dan menjadi ramai di media sosial.
Seorang Wisatawan mengaku dimintai biaya parkir sebesar Rp 20.000 untuk membayar parkir Mobilnya di depan salah satu rumah makan yang berada di daerah tersebut.
Unggahan ini dibagikan melalui akun Instagram @merapi_uncover dan sontak menarik perhatian warganet.
Dalam kesaksian wisatawan tersebut, ia menduga tindakan ini termasuk pungli karena juru parkir tersebut tidak menggunakan atribut juru parkir resmi dan langsung menodong tarif parkir berlebihan sebesar Rp 20.000.
"Saya mulai keberatan karena hanya ingin mampir makan," ujar wisatawan tersebut.
Setelah bernegosiasi, oknum tersebut sempat menurunkan tarif menjadi Rp 5.000.
Namun, keanehan muncul saat oknum kembali bertanya, "Tapi lama tidak?" Pertanyaan tersebut menimbulkan kecurigaan dan kekhawatiran, membuat wisatawan ini akhirnya memutuskan untuk mencari tempat makan lain.
"Agak trauma ya karena di Jalan Mangkubumi dikasih tarif Rp 10.000 ditambah di Kotabaru Rp 20.000, harapannya ke depannya pungli-pungli seperti itu bisa ditata dan diberikan edukasi mengenai kebijakan yang sebenarnya," ujur wisatawan tersebut.
Keluhan yang sama juga dirasakan seorang warga lokal saat memarkirkan mobilnya kena tarif nuthuk seharga Rp 20.000.
"Iya, pernah ngalamin juga, sana sini ditarik parkir nuthuk padahal parkir nggak sampai se jam," beber perempuan yang enggan disebutkan namanya itu.
Belum lama ini dia mendapat tarif nuthuk di kawasan pusat Kota Jogja.
Munculnya banyak keluhan terkait pungli tersebut diharapkan dapat menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang di daerah Yogyakarta untuk menindak tegas oknum-oknum yang meresahkan para wisatawan.
Demi menjaga citra kota Yogyakarta agar wisatawan merasa aman dan nyaman. (Annisa Malika Akbar)
Editor : Meitika Candra Lantiva