Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Manajemen PSIM Jogja Belum Berkomitmen, Bupati Sleman Harda Kiswaya Siap Berikan Rekomendasi Pemanfaatan MagIS Bila PR Terpenuhi

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 24 Juli 2025 | 23:50 WIB
MagIS yang telah diresmikan Presiden Prabowo Subiantao bersama 16 stadion lain di Indonesia Senin (17/3) lalu.
MagIS yang telah diresmikan Presiden Prabowo Subiantao bersama 16 stadion lain di Indonesia Senin (17/3) lalu.

JOGJA - Polemik terkait persetujuan Maguwo International Stadium (MagIS) untuk dijadikan home base bagi Skuad PSIM Jogja belum menemukan titik terang.

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengatakan, dirinya belum mendapatkan komitmen yang kuat dari Manajemen PSIM Jogja terkait jaminan keamanan apabila tim berlambang Tugu Pal Putih itu jadi berkandang di MagIS.

"Sudah sekitar satu bulan, manajemen PSIM saya berikan PR itu, namun belum kembali lagi untuk bertemu dan menyampaikan perkembangan yang sudah dilakukan," ujar Harda Kiswaya saat ditemui di Kompleks Kepatihan Jogja, Kamis (24/7/2025).

Gubernur DIY Hamengku Buwono X sebelumnya telah menyampaikan bahwa semua stadion di DIY boleh digunakan untuk dijadikan homebase.

Terlebih yang akan menggunakan adalah tim dari DIY.

Berkaitan dengan hal tersebut, Harda menanggapi akan melaksanakan sesuai perintah dari HB X.

Namun juga harus memastikan jaminan keamanan terlebih dahulu.

"Saya tetap menjalankan titah (perintah) Ngarso Dalem (HB X) untuk MagIS bisa dipakai (sebagai homebase PSIM)," tuturnya.

Ia menyadari, secara historis, suporter dari dua tim yakni PSIM Jogja dengan PSS Sleman terdapat gap komunikasi yang sudah lama terjadi.

Potensi terjadinya konflik tersebut harus diperhatikan, khususnya bagi Manajemen PSIM selaku pihak yang mengajukan.

"Saya minta itu diselesaikan dulu," tandasnya.

Harda juga telah memerintahkan pengelola MagIS dan Manajemen PSIM untuk melakukan pengecekan terkait fasilitas stadion.

Fungsinya, agar sama-sama tahu dan bertanggung jawab apabila nantinya, jika jadi berkandang di MagIS dan ada perusakan, dapat dikembalikan seperti semula.

Ia juga memberikan PR kepada manajemen PSIM Jogja untuk melakukan audiensi dengan masyarakat sekitar.

Bahkan tak hanya itu, suporter dari kedua belah pihak juga harus melakukan audiensi untuk menjamin keamanan.

"Dengan masyarakat sekitar dan suporter kami, PSS Sleman yakni BCS dan Slemania. saya sudah sampaikan, saya akan merekomendasi terkait izin PSIM kalau semuanya sudah clear," jelasnya.

Ia juga telah mengumpulkan seluruh anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menyampaikan adanya izin penggunaan MagIS untuk home base PSIM Jogja.

Forkopimda pun juga memberikan syarat kepada manajemen PSIM terkait adanya kewajiban jaminan keamanan.

"Informasi yang saya dapat, kelihatannya manajemen PSIM juga belum menunjukkan komitmen yang kuat untuk menjaga tidak ada hal hal yang bikin chaos," terangnya.

"Ini saya masih menunggu informasi dari manajemen PSIM."

"Kalau ndak ada jaminan, ya saya tidak berani (memberikan izin)."

"Nanti saya akan matur Ngarso Dalem kondisinya seperti ini," ucapnya.

Menurutnya, konsolidasi kedua suporter menjadi salah satu bahan pertimbangan yang kuat untuk menentukan boleh dan tidaknya MagIS menjadi home base PSIM Jogja.

Hal itu untuk mengantisipasi adanya perpecahan yang meluas hingga menimbulkan korban.

"Manajemen PSIM (dalam jaminan keamanan) kelihatannya juga ragu," katanya. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#homebase psim #MaGIS #HB X #PSIM #Hamengku Buwono X #Maguwoharjo International Stadium #Homebase