Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Jogja Kembali Jamas Pusaka Tombak Kyai Wijaya Mukti, Momentum Kuatkan Pelayanan Kepada Masyarakat

Iwan Nurwanto • Kamis, 24 Juli 2025 | 22:49 WIB
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo membersihkan tombak Kyai Wijoyo Mukti saat prosesi upacara jamasan pusaka di kompleks Balai Kota Jogja, Kamis (24/7/2025).
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo membersihkan tombak Kyai Wijoyo Mukti saat prosesi upacara jamasan pusaka di kompleks Balai Kota Jogja, Kamis (24/7/2025).

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kembali melakukan jamasan pusaka tombak Kyai Wijaya Mukti pada Kamis (24/7/2025). Tidak hanya sekedar tradisi, momentum tersebut juga menjadi refleksi peningkatan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, dilaksanakanya jamasan pusaka tombak Kyai Wijaya Mukti sebagai salah satu upaya nguri-uri budaya. Sekaligus bentuk komitmen dari pemkot untuk mempertahankan tradisi yang sudah berjalan sejak 25 tahun terakhir ini.

“Jogja sebagai kota budaya pasti punya budaya dan tradisi yang harus dipelihara,” ujar Hasto di sela kegiatan.

Tombak Kyai Wijaya Mukti merupakan salah satu pusaka kebesaran Kota Jogja. Pusaka tersebut dibuat pada tahun 1921 saat masa kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono VII.

Tombak Kyai Wijaya Mukti kemudian resmi diserahkan kepada Pemkot Jogja pada tahun 2.000. Secara filosofis, pusaka itu memiliki makna sebagai simbol kemakmuran.

Sekaligus menjadi bentuk pengingat kepada wali kota dan pemerintah agar menjalankan amanahnya sebagai pelayan masyarakat. Oleh karena itu pula, tombak Kyai Wijaya Mukti selalu ditempatkan di ruang kerja kepala daerah.

Hasto memaknai, jamasan pusaka tersebut sebagai bentuk refleksi pemerintah untuk terus memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pelayanan dari Pemkot Jogja harus terus dilakukan inovasi agar bisa menjawab ekspektasi publik.

Mantan Bupati Kulonprogo itu menyebut, saat ini banyak masyarakat Kota Jogja yang mengalami persoalan pembayaran pajak. Kondisi itu dibuktikan dari banyaknya pengajuan dispensasi atau keringanan kepada pemerintah.

“Hal itu harus direspon dengan cepat dan mudah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja Yetti Martanti menyampaikan, tegaknya pusaka tombak Kyai Wijaya Mukti menjadi isyarat pamoring kawula gusti. Yakni sebuah konsep spiritual dengan arti bersatunya manusia dengan Tuhannya.

Baca Juga: Skutik Terlaris Honda BeAT dan Honda BeAT Street Tampil dengan Warna dan Striping Terbaru

Sehingga, pusaka tombak Kyai Wijaya Mukti dapat memiliki makna secara vertikal bahwa manusia harus berserah diri dan tunduk kepada Sang Pencipta. Sementara secara horizontal, menjadi pengingat bagi pemimpin agar harus bekerja tanpa pamrih dalam melayani rakyatnya.

Tradisi jamasan pusaka tombak Kyai Wijaya Mukti dilakukan setahun sekali pada saat bulan Suro. Tujuannya, untuk merawat pusaka pemberian Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

“Tradisi ini juga punya makna mendalam bagi penyelenggara pemerintah untuk memahami apakah selama ini sudah memberikan yang terbaik kepada masyarakat,” jelasnya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#hasto wardoyo #Jamasan Pusaka #Pemkot Jogja #jamasan #Tombak Kyai Wijaya Mukti