JOGJA - Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengaku kewalahan dalam menangani sampah di wilayahnya sendiri.
Orang nomor satu di Kota Jogja itu menuding penyebabnya karena ada masalah pengolahan sampah di hilir.
Hasto mengatakan, rantai pasokan sampah dalam beberapa waktu terakhir ini mengalami kendala.
Sehingga membuat depo-depo sampah di Kota Jogja kembali dipenuhi sampah.
Adapun per hari, sampah yang belum mampu terolah diketahui mencapai 60 ton dari total produk sampah sebesar 260 ton.
Dia menyebut, kondisi tersebut terjadi karena adanya masalah di hilir pengolahan.
Misalnya karena BUMDes Panggungharjo yang sudah tidak mampu lagi membantu Kota Jogja untuk mengolah sampah.
Kemudian, juga belum optimalnya Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran.
Unit pengolahan sampah di Kabupaten Bantul itu diketahui hanya mampu membantu menangani sampah dari Kota Jogja sebesar 10 sampai 20 ton saja.
Selain itu, mulai banyaknya unit pengolahan swasta yang berhenti beroperasi juga membuat pemkot kewalahan.
Pemicunya, karena unit pengolahan swasta tidak bisa memenuhi ketentuan regulasi perihal dampak lingkungan.
“Ketika pengolahan swasta banyak tidak beroperasi, kami kini kerepotan,” ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota Jogja, Kamis (24/7/2025).
Bupati Kulonprogo periode 2011-2019 mengaku, sudah menyiapkan siasat agar permasalahan sampah di Kota Jogja terselesaikan.
Misalnya lewat program Mas Jos yang merupakan akronim dari Masyarakat Jogja Olah Sampah.
Menurut Hasto, program tersebut pihaknya akan mengajak masyarakat untuk memilah sampah.
Upaya itu diharapkan dapat mengurangi beban sampah yang dibuang ke depo sampah.
Dia menyatakan, Kemantren Pakualaman akan ditunjuk sebagai pilot project Mas Jos.
Alasannya, karena Pakualaman sudah dinilai berhasil mengurangi produksi sampah harian dari 10 ton menjadi 2,5 ton per hari.
“Itu bukti gesitnya memilah sampah dan pengolahan lewat bank sampah,” kata Hasto.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Ahmad Haryoko menyampaikan, upaya pengurangan sampah pada depo saat ini sudah dilakukan.
Dia menarget depo-depo di Kota Jogja dapat kembali optimal pada pekan ini.
Haryoko menyebut, banyaknya tumpukan sampah karena depo untuk sementara ini difungsikan sebagai tempat penampungan.
Sampah tersebut nantinya akan diolah ketika unit pengolahan ketika sudah memungkinkan.
“Truk yang terisi sampah sementara akan kami simpan di kantor DLH terlebih dahulu, sambil menunggu evakuasi pengolahan,” tuturnya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin