JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja bakal mewujudkan program satu kampung satu pengusaha. Program tersebut akan menggandeng para pengurus baru Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Jogja.
Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan mengatakan, lewat kerjasama dengan HIPMI itu diharapkan dapat memberi warna baru pada usaha yang berjalan di kampung. Sebab, dia yakin para pengusaha muda yang tergabung dalam organisasi tersebut memiliki ide-ide usaha kekinian.
Menurut Wawan, anggota HIPMI juga akan didorong untuk membina masyarakat dalam program satu kampung satu pengusaha. Sehingga diharapkan usaha yang dibuat bisa berkembang dan mendongkrak perekonomian.
“Misalnya lewat pengembangan usaha dengan teknologi dan pemasaran secara online,” ujar Wawan disela pelantikan pengurus HIPMI Kota Jogja periode 2025-2028 yang diselenggarakan di Balai Kota Jogja, Senin (21/7/2025).
Selain diminta untuk mengoptimalkan program satu kampung satu pengusaha, dia menegaskan, para pengurus HIPMI Kota Jogja juga akan digandeng untuk mengoptimalkan Pasar Sentul. Sebab pasar tradisional yang berada di kemantren Pakualaman itu masih tergolong sepi.
Wawan menyebut, pengembangan yang dilakukan bersama HIPMI nantinya untuk memaksimalkan kehadiran rooftop yang ada di pasar tersebut. Mereka didorong untuk membuat rooftop Pasar Sentul bisa lebih ramai dan optimal untuk kegiatan ekonomi masyarakat.
“Saya yakin HIPMI bisa menggarap pasar-pasar tradisional yang belum ramai,” sebutnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kota Jogja Syaiful Uyun mengaku, akan segera menindaklanjuti arahan Pemkot Jogja. Dia pun siap mengerahkan seluruh anggotanya untuk merumuskan program-program yang berdampak pada perekonomian masyarakat.
Syaiful menyampaikan, pihaknya sudah memiliki program pendampingan bagi pelaku UMKM lewat validasi kesehatan keuangan. Kemudian untuk pengembangan Pasar Sentul, akan dikemas dalam model seperti di Pasar Kranggan dan Pasar Prawirotaman, namun dengan menggandeng pelaku UMKM.
“Kami ada beberapa mitra dan anggota yang bisa diakselerasikan pada program-program pemkot,” katanya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin