Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Media Sosial Akan Dipajaki, Konten Kreator Mulai Pindah ke Aplikasi Jogjakita

Heru Pratomo • Sabtu, 19 Juli 2025 | 06:45 WIB
(ILUSTRASI PAJAK FOTO PIXABAY)
(ILUSTRASI PAJAK FOTO PIXABAY)

JOGJA — Gelombang baru sedang terjadi di kalangan kreator digital Yogyakarta. Menyusul rencana pemerintah memajaki konten dan transaksi di media sosial, para kreator lokal mulai meninggalkan platform luar dan beralih ke Jogjakita—aplikasi transportasi online lokal karya anak negeri yang kini menghadirkan fitur media sosial terintegrasi dengan layanan bisnis dan komunitas.

Dengan peluncuran fitur ini, Jogjakita resmi menjadi yang pertama di Indonesia yang menggabungkan layanan transportasi online, pesan-antar makanan, dan media sosial dalam satu aplikasi.

Tak hanya bisa berbagi konten seperti biasa, pengguna kini bisa langsung memesan makanan dari kreator kuliner, atau berbelanja langsung dari kreator fashion lokal—semuanya dalam satu platform yang bebas dari potongan dan campur tangan algoritma asing.

“Jogjakita bukan hanya transportasi online. Ini adalah rumah digital bagi warga Jogja. Kreator bisa menginspirasi, berjualan, hingga membangun komunitas dan penghasilan berkelanjutan, semuanya dalam satu ruang lokal,” ujar Bagus Cahyono, Direktur Utama Jogjakita.

Langkah ini membuka peluang baru bagi para kreator:

Kreator kuliner seperti @KangMakanJogja, @DapurMbahTinah, dan @JogjaLaper kini bisa langsung menerima pesanan makanan dari pengikutnya melalui unggahan konten mereka.

Kreator fashion seperti @BatikUrban, @HijabnesiaJogja, dan @ThriftinJ mulai menjadi merchant toko resmi, memungkinkan transaksi langsung dari konten yang mereka bagikan.

“Biasanya promosi kedai kami cuma lewat Instagram atau TikTok, tapi pelanggan harus DM dulu, kadang nggak jadi. Di Jogjakita, kami bisa upload konten sekaligus buka menu. Pelanggan bisa langsung pesan kopi dari postingan. Praktis dan lokal banget,” ujar Irwan, pemilik kedai kopi yang kini aktif sebagai merchant di Jogjakita.

Dengan mengusung semangat "Satu aplikasi, dua penghasilan", pengguna Jogjakita kini bisa:

Mengakses transportasi dan pesan-antar makanan seperti biasa

Membagikan konten video dan foto ala media sosial

Menghasilkan uang dari likes dan pesanan langsung dari postingan

Bergabung dalam komunitas lokal yang aktif dan interaktif

Peluncuran ini memperkuat misi Jogjakita sebagai laboratorium digital nasional, menghadirkan kedaulatan digital yang pro rakyat dan pro kreator.
Jogjakita membuktikan bahwa transformasi digital Indonesia bisa dimulai dari daerah — bahkan dari Yogyakarta.

Editor : Heru Pratomo
#konten kreator #aplikasi #pajak media sosial #jogjakita