Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Cerita Tukang Becak Kayuh Jogja yang Beralih ke Becak Listrik, Lebih Diminati Wisatawan Karena Tidak Bising, Berharap Titik Pengisian Daya Diperbanyak

Iwan Nurwanto • Sabtu, 19 Juli 2025 | 00:23 WIB
TUNGGU PENUMPANG: Salah seorang tukang becak listrik Dani Pramono saat mangkal di Jalan Pasar Kembang, Kota Jogja pada Jumat (18/7/2025).
TUNGGU PENUMPANG: Salah seorang tukang becak listrik Dani Pramono saat mangkal di Jalan Pasar Kembang, Kota Jogja pada Jumat (18/7/2025).

JOGJA - Becak listrik kini menjadi salah satu moda transportasi yang digembar-gemborkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja sebagai angkutan wisata ramah lingkungan. Lalu, bagaimana cerita dari para tukang becak listrik selama menggunakan moda transportasi tersebut. Berikut hasil liputan dari Radar Jogja.

Wajah Dani Pramono tampak sumringah. Pria 57 tahun itu merupakan salah satu tukang becak listrik yang menghantarkan iring-iringan pejabat di Pemkot Jogja dan Pemprov DIY. Rutenya, dari Pos Teteg Malioboro hingga Kompleks Kepatihan pada Jumat (18/7/2025) pagi.

Dani mengatakan, dirinya sudah beralih dari becak listrik pada pertengahan tahun 2023 lalu. Ya, dulunya memang dia merupakan tukang becak kayuh. Sudah puluhan tahun dan kilometer yang dia lalui bersama dengan becak kayuhnya.

Pria asal Bantul ini mengakui, banyak perubahan ketika masih menggunakan becak kayuh lalu beralih ke becak listrik. Pertama, becak listrik lebih hemat tenaga karena memiliki mesin penggerak dinamo. Sehingga lebih memudahkan untuk mengangkut penumpang.

Lalu alasan kedua, jika baterai becak listrik habis, dia masih bisa menggunakan tenaganya untuk mengayuh pedal. Minimal sampai ke tempat tujuan atau hingga sampai ke stasiun pengisian daya terdekat. 

Dani pun mengungkapkan, operasional becak listrik juga cukup mudah. Pengemudi tinggal memutar tuas kunci maka layar yang menunjukkan indikator baterai dan kecepatan akan muncul. Selain itu, becak listrik juga bisa berjalan maju dan mundur.

Namun diakuinya, fasilitas stasiun pengisian daya bagi becak listrik sampai saat ini masih terbatas. Misalnya untuk Kota Jogja baru tersedia di Hotel Melia Purosani yang beralamat di Jalan Mayor Suryotomo, Ngupasan, Gondomanan.

“Kalau di Jogja itu baru satu tempat pengisian baterainya, jadi saya lebih sering mengisi di rumah dulu baru nyari penumpang,” ujar Dani saat ditemui di Jalan Pasar Kembang, Jumat (18/7/2025).

Jika stasiun pengisian daya banyak tersedia, Dani menyebut, tentu akan memudahkan operasional bagi becak listrik. Serta dapat mengoptimalkan pelayanan para tukang becak listrik untuk mengangkut penumpang.

Dani mengungkapkan, dalam sehari tukang becak listrik bisa melakukan empat kali perjalanan dengan penumpang pada hari biasa. Sementara jika musim libur panjang bisa menyentuh hingga enam sampai delapan kali perjalanan. 

"Becak listrik itu lebih diminati wisatawan, karena tidak bising terus dan perjalanannya lebih halus," ungkapnya.

Banyaknya perjalanan dan penumpang, tentu membutuhkan daya listrik yang lebih besar. Oleh karena itu, dia dan tukang becak listrik lainnya berharap stasiun pengisian baterai becak listrik bisa ditambah. Khususnya pada titik-titik destinasi wisata.

“Saya dengar pak Hasto (Wali Kota Jogja) mau menambah tempat nge-charge di sirip-sirip Malioboro, bagus sekali itu kalau diwujudkan,” kata Dani. (inu) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#ramah lingkungan #Pengisian baterai #Becak Listrik #angkutan wisata #Charge station #Becak listrik Jogja