Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Para Siswa Baru SMP dan SMA Antusias Ikuti MPLS di Jogja, Fokus Edukasi, Keakraban hingga Kunjungan Museum

Fahmi Fahriza • Selasa, 15 Juli 2025 | 03:39 WIB

 

Sejumlah siswa mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2025/2026, di SD Negeri Minomartani 2, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Senin (14/7).
Sejumlah siswa mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2025/2026, di SD Negeri Minomartani 2, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Senin (14/7).

JOGJA - Pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) resmi dimulai Senin (14/7) dan akan berlangsung lima hari hingga Jumat (18/7). Sekolah-sekolah tampak semarak dengan kegiatan MPLS, sementara para siswa baru pun antusias mengikuti setiap agenda yang telah disiapkan.

Di SMPN 8 Jogja, seluruh kegiatan MPLS difokuskan di lingkungan sekolah. Kecuali satu agenda kunjungan ke Museum TNI AD Dharma Wiratama yang akan dilaksanakan Selasa (15/7).

"Lokasinya dekat dengan sekolah, jadi kami manfaatkan untuk edukasi sejarah sekaligus penyegaran bagi siswa,"  ujar Ketua MPLS SMPN 8 Jogja Ryan Sadhana kepada Radar Jogja, Senin (14/7).

Ryan berujar, kegiatan MPLS juga dirancang untuk memperkuat hubungan antara siswa baru dan para guru yang akan mendampingi mereka selama setahun ke depan.

"MPLS kami semua materinya diampu oleh guru kelas 7. Ini juga jadi cara untuk mendekatkan guru dengan siswa baru," tambahnya.

Untuk memaksimalkan efektivitas, sebanyak 320 siswa baru dibagi menjadi dua grup sesuai rombongan belajar (rombel) mereka. Masing-masing berjumlah 160 siswa.

"Sudah kami bagikan rombel dari kelas A sampai J. Pembagian ini adil, tanpa ada kelas atau rombel favorit,"  jelasnya.

Ia menegaskan, pembagian rombel itu dilakukan dari seluruh jalur pendaftaran, sehingga tidak ada perlakuan khusus pada kelas tertentu.

Selain pendampingan oleh guru, ada pula keterlibatan perwakilan OSIS yang membantu jalannya kegiatan sebagai pendamping siswa. "Kakak kelas dari OSIS hanya membantu seperlunya. Penanggungjawabnya tetap guru," ungkapnya.

Sementara itu di SMAN 6 Jogja, Ketua MPLS Riyantiarni menjelaskan, pihak sekolah menghadirkan berbagai pemateri eksternal untuk memberikan wawasan lebih luas kepada siswa baru. "Pemateri dari sekolah membawakan materi seperti tata tertib, kurikulum, perpustakaan, hingga program Adiwiyata dan organisasi,"  ujarnya.

Sementara pemateri dari luar, menghadirkan pihak kepolisian yang akan mengedukasi pencegahan kekerasan remaja, puskesmas terkait pola hidup sehat, BNPB untuk edukasi kesiapsiagaan bencana, geopark DIJ, serta BNN Kota Jogja yang mengangkat tema bahaya Napza.

Selain itu, ada pula agenda kunjungan ke Museum Merapi yang akan dilakukan Kamis (17/7) dan ditutup dengan pentas seni pada Jumat (18/7).

Selama MPLS, siswa baru SMAN 6 Jogja yang berjumlah 291 orang diperbolehkan mengenakan seragam SMP mereka. Dengan catatan badge asal sekolah dicopot.

"Ini simbol bahwa mereka sudah menjadi bagian dari SMAN 6 Jogja dan juga mencegah potensi bullying," kata Riyantiarni.

Salah seorang siswa baru SMAN 6 Jogja Dinda Maharani mengaku antusias mengikuti MPLS meskipun masih mengenakan seragam SMP.

"Rasanya senang banget karena banyak materi baru dan ada kunjungan juga. Apalagi bisa langsung kenal teman-teman baru dari berbagai sekolah," tuturnya.

Secara pribadi, Dinda mengaku tidak sabar untuk segera memulai proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMAN 6. "Pengen buru-buru masuk kelas, pake seragam SMA, dan pengen ikut organisasi juga," tandasnya.

 

Hanya Dapat

Dua Siswa Baru

Sementara itu, SMP Gotong Royong, sekolah swasta di Jalan Tompeyan, Tegalrejo, Kota Jogja, hanya berhasil mendapat dua siswa baru dalam SPMB tahun ajaran 2025. Padahal pihak sekolah semula menargetkan dapat menjaring 10 murid baru.

Kepala Sekolah SMP Gotong Royong Ame Lita Br Tarigan Sibero menjelaskan, dalam proses pendaftaran beberapa waktu lalu sebenarnya terdapat lima calon siswa yang mendaftar. Namun, hingga akhir seleksi hanya dua yang benar-benar melanjutkan pendaftaran.

"Yang daftar kemarin ada lima, tapi tinggal dua. Ada yang rumahnya terlalu jauh, dan ada juga yang akhirnya milih masuk pondok pesantren," ungkapnya kepada Radar Jogja, Senin (14/7).

Meski hanya kedatangan dua murid baru, sekolah tetap menggelar MPLS yang dimulai kemarin. Kegiatan MPLS akan berlangsung lima hari hingga Jumat, dan diikuti oleh seluruh siswa SMP Gotong Royong.

Baca Juga: MPLS Tetap Digelar Meski Sekolah di Kulon Progo Ini Hanya Mendapat Satu Murid, Kepala Sekolah SDN Wijimulyo Lor: Pastikan Pelayanan Pendidikan Optimal

"Secara keseluruhan saat ini berjumlah total 16 siswa. Ini dari kelas 7 hingga kelas 9, termasuk satu siswa pindahan di kelas 9 dari SMP PGRI," paparnya.

Ame Lita menyampaikan, selama MPLS para siswa dikenalkan dengan lingkungan sekolah dan diberikan sejumlah materi untuk membangun karakter dan meningkatkan rasa nyaman di sekolah.

Tema-tema yang dibahas, kata Ame Lita, antara lain mengenal sekolah, membangun karakter hebat, lingkungan baruku aman, nyaman, dan menggembirakan, hingga tema bersama kita jaga, bersama kita tumbuh.

"Selain itu, khusus bagi siswa kelas 8 dan 9 juga diberikan materi penguatan literasi dan numerasi," bebernya.

Dalam praktiknya, ia berujar seluruh materi MPLS disampaikan oleh pemateri internal sekolah, yakni para guru dan juga melibatkan orang tua siswa. "Kami melibatkan semua warga sekolah agar suasananya lebih akrab," tambahnya.

Walaupun jumlah siswa baru jauh dari harapan, Ame Lita menegaskan pihaknya tidak patah semangat. Ia bersama seluruh warga sekolah bertekad tetap konsisten memberikan pendidikan yang berkualitas dan berupaya meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap SMP Gotong Royong.

"Harapannya agar peminatan masyarakat meningkat, sehingga lebih banyak yang mempercayakan pendidikan anak-anaknya di sini," katanya. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#SMP Gotong Royong #SPMB 2025 #MPLS #smpn 8 jogja #masa pengenalan lingkungan sekolah