Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Inilah Sederet Pekerjaan Rumah Sekolah Rakyat di DIY saat Hari Pertama Beroperasi

Agung Dwi Prakoso • Senin, 14 Juli 2025 | 23:06 WIB
Kepala Dinsos DIY Endang Patmintarsih.
Kepala Dinsos DIY Endang Patmintarsih.

JOGJA - Program Sekolah Rakyat (SR) yang resmi beroperasi hari ini masih mempunyai beberapa Pekerjaan Rumah (PR) yang harus dituntaskan. Mulai dari kekosongan beberapa guru, pegawai sekolah hingga perlengkapan alat tulis yang belum ada.

Kepala SR Menengah Atas 19 Sonosewu Agus Ristanto mengatakan masih terdapat PR yang belum selesai salah satunya terkait kekosongan tenaga bantuan yakni wali asuh. Wali asuh yang rencananya disediakan 20 orang, saat ini baru terisi sembilan.

"Sementara tugas wali asuh yang kosong akan digantikan oleh para guru untuk mendampingi siswa," ujarnya saat ditemui di SR Menengah Atas Sonosewu, Senin (14/7/2025).

Selain itu, kebutuhan guru di SR Menengah Atas 19 Sonosewu juga masih kurang satu. Salah satu siswa ada yang beragama Hindu, jadi guru yang mengajar pelajaran agama Hindu masih kosong.

"Sudah diusulkan namanya, namun (yabg bersangkutan) belum ada konfirmasi," bebernya.

Fasilitas di dalam asrama beberapa sudah tersedia. Total ada 10 asrama yang terbagi menjadi dua kompleks putra dan putri. Asrama nomor 1-4 merupakan kompleks putri. Sedangkan nomor 5-10 untuk putra. Letaknya jauh bersebrangan sekitar 100 meter, terpisah dengan lapangan utama.

Fasilitas di dalam asrama diantaranya kipas angin, lemari kayu besar dan ranjang susun dua tingkat. Jumlah ranjang antara satu asrama dengan asrama lainnya berbeda, tergantung luasan ruangan. Namun untuk selimut dan bantal belum ada.

"Itu masih proses pendistribusian," paparnya.

Kemudian perihal perlengkapan sekolah seperti Alat Tulis Kantor (ATK), spidol, LCD proyektor dan beberapa kelengkapan lain belum ada. Berdasarkan hasil inventarisasi sebelumnya, ia menilai memang masih banyak yang belum dilengkapi.

"Pesan pak Menteri sambil jalan sambil dilengkapi," terangnya.

Informasinya Surat Keputusan (SK) pengangkatan para guru SR juga belum diberikan. Artinya, pemerintah saat ini masih mempunyai PR yakni kewajiban untuk menyerahkan SK tersebut.

"SK saya sebagai Kepala Sekolah belum ada, namun kami sudah bergerak," bebernya.

Namun hal tersebut tidak begitu ia permasalahkan untuk saat ini. Motivasi dirinya mengajar di SR salah satunya adalah pengabdian.

"Ini misi sosial, saya percaya niat kami dari awal ektika diinterview salah satunya adalah ibadah," jelasnya.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIY Endang Patmintarsih juga tak menampik bahwa masih terdapat beberapa PR yang harus diselesaikan setelah SR beroperasi. Kekosongan wali asuh tersebut ditargetkan selesai seiring beroperasinya SR.

"Berproses semuanya, nanti semuanya ada sesuai dengan jumlahnya 20 wali asuh," ujarnya.

Selanjutnya menanggapi terkait belum adanya guru mata pelajaran agama hindu, pihaknya mengatakan akan disusulkan. Koordinasi dengan pihak SR juga sudah dilakukan.

"Menunggu sampai launching dari pak Presiden, sampai akhir Juli semoga selesai semua," bebernya.

Terkait SK pengangkatan guru yang belum diserahkan, pihaknya juga masih menunggu arahan dari Kementerian Sosial (Kemensos). Menurutnya urusan kewajiban guru sudah dipersiapkan, namun hanya belum diserahkan.

"Saya juga belum lihat wujud SK nya ya, tapi saya yakin sudah ada, tinggal diserahkan saja," tandasnya.

Saat ini, lanjutnya, SR tersebut dioperasikan terlebih dahulu untuk menjalani cek kesehatan dan masa orientasi. Selanjutnya informasi dari pusat, launching SR oleh Presiden akan dilaksanakan awal Agustus.

"Kalau lebih cepat bisa akhir Juli, nanti kami nunggu informasi pusat juga," jelasnya. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kemensos #wali asuh #Endang Patmintarsih #dinas sosial diy #kemensos adakan laptop sekolah rakyat #Sekolah Rakyat #Endang Padmintarsih