Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gelar Pawai Alegoris Kembalikan Kotagede Jadi Sentra Perak Dunia, Rumah bagi Perajin Perak

Rizky Wahyu Arya Hutama • Minggu, 13 Juli 2025 | 03:02 WIB

 

 

 

Gelar Pawai Alegoris, Pemkot Jogja Ingin Kembalikan Kotagede Jadi Setra Perak Dunia
Gelar Pawai Alegoris, Pemkot Jogja Ingin Kembalikan Kotagede Jadi Setra Perak Dunia

 

 

 

 

 

JOGJA - Pemkot Jogja berkeinginan menjadikan Kotagede sebagai etalase budaya yang hidup. Bukan sekadar dilestarikan, tetapi juga dikembangkan, dikenalkan, dan dirayakan. Di antaranya melalui Pawai Alegoris. Menggelorakan Kotagede ini menjadi sentral perak dunia.

“Yang berasal dari olahan kreatifitas, bukan hanya perak sebagai logam biasa, tetapi perak dengan sentuhan estetis oleh para pengrajin di Kotagede yang sudah dikenal sejak lama,” kata Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan saat melepas peserta pawai, Sabtu (12/7).

Sebagai kawasan cagar budaya, Kotagede disebut memiliki nilai sejarah yang luar biasa. Jejak Mataram Islam bermula dan di sinilah pula, warisan arsitektur, tata kota tradisional, serta nilai-nilai luhur masyarakat Jawa masih hidup dan lestari.

"Lebih dari itu, Kotagede juga dikenal secara nasional bahkan internasional sebagai kawasan perak, rumah bagi para perajin perak yang mahir, teliti, dan penuh daya cipta," ucapnya.

Pawai Alegoris 2025 kali ini mengangkat tema 'Silver Harmony', dinilai sangat relevan untuk mencerminkan upaya Pemkot Jogja. Yaitu menjaga harmoni antara warisan budaya dan kreativitas baru, antara pelestarian dan promosi, antara nilai ekonomi dan nilai-nilai tradisi. 

Baca Juga: Pemprov Jateng Komitmen Libatkan Anak dalam Perencanaan Pembangunan

"Pawai Alegoris ini adalah cara yang cerdas dan menyenangkan untuk membumikan pesan-pesan tersebut," lontar Wawan.

Pawai Alegoris ini merupakan sebuah kegiatan yang menampilkan pawai berasal dari sanggar-sanggar yang berada di Kotagede dan sekitarnya.

Sanggar-sanggar tersebut membawakan cerita tentang sejarah dan narasi-narasi yang berkaitan dengan perak Kotagede, kemudian akan ditutup dengan fashion show hasil produk perak Kotagede.

Pemkot Jogja sangat berharap supaya kegiatan tersebut bisa menjadi bagian dari promosi (rebranding) yang penting untuk mengangkat kembali jaman kejayaan perak Kotagede, yang dikenal memiliki kekhasan dan berkualitas.

Sekaligus kegiatan ini juga diharapkan mampu merevitalisasi kawasan tersebut sebagai destinasi wisata dalam hal ini adalah kawasan sentral kerajinan perak.

"Lewat seni visual, musik, dan pertunjukan jalanan, kami membuka ruang perjumpaan antara warga dan warisan kotanya, antara wisatawan dan jati diri Jogja," tutur Wawan. (ayu/pra)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#perak #wakil wali kota #kotagede #Pawai Alegoris #Jogja #Wawan Harmawan