JOGJA - Jogjakita memperkenalkan sosok inspiratif Bayu El Nino, pelajar aktif dan berprestasi dari SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta yang menjadi driver transportasi lokal Jogjakita karena kecintaannya pada kota Jogja dan semangat nasionalisme yang kuat.
Di tengah kesibukannya sebagai pelajar, Bayu El Nino memilih menjadi driver Jogjakita, bukan karena keterpaksaan, tapi karena panggilan hati. Ia ingin mandiri, membantu orang lain, dan menjadi bagian dari gerakan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitarnya.
Bayu juga tergabung dalam Program Pelajar Penggerak Merah Putih, sebuah inisiatif yang menanamkan nilai nasionalisme aktif, kemandirian, dan aksi nyata di kalangan pelajar Jogja.
Bayu merupakan putra dari Abdul Mukmin Widodo, seorang Supervisor Kitchen di North Carolina, Amerika Serikat. Meski bekerja jauh dari tanah air, sang ayah selalu menanamkan nilai-nilai keteguhan dan tanggung jawab pada Bayu sejak kecil.
“Ayah selalu bilang, jadi laki-laki harus bisa berdiri di atas kaki sendiri. Jangan malu kerja, yang penting jujur dan bermanfaat. Jadi driver Jogjakita itu kehormatan buatku,” ujar Bayu dengan mantap.
Langkah Bayu mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Fitri Sari Sukmawati, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat kemandirian Bayu yang sejalan dengan nilai-nilai pendidikan di sekolah tersebut.
“Kami sangat bangga dengan Bayu El Nino. SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta mendukung penuh kemandirian dan kreativitas siswa, apalagi yang mampu memberi kebermanfaatan bagi masyarakat dan negara. Bayu adalah contoh pelajar yang menginspirasi,” ujar Fitri.
Sebagai bentuk dukungan terhadap generasi muda, Jogjakita juga membuka diri bagi pelajar dan mahasiswa di Yogyakarta untuk menggunakan Jogjakita sebagai wahana pembelajaran, program magang, penelitian, dan riset lapangan.
“Bayu El Nino adalah wajah masa depan Jogja, cerdas, tangguh, dan punya semangat merah putih yang hidup dalam tindakan. Jogjakita siap jadi rumah belajar dan rumah tumbuh bagi anak-anak muda seperti dia,” ujar Bagus Cahyono, Direktur Jogjakita.
Editor : Heru Pratomo