JOGJA - Beroperasinya Tol Prambanan-Klaten menjadi peluang untuk menggaet wisatawan lebih banyak.
Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY telah menyusun strategi agar wisatawan tidak sekadar numpang lewat. Lebih dari itu, bisa mampir ke Jogja.
Kepala Dinpar DIY Imam Pratanadi mengatakan, butuh strategi realistis di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
Di antara strategi paling realistis yang dapat dilakukan di antaranya adalah memasang penunjuk arah di exit tol. Itu berfungsi untuk mengarahkan wisatawan ke destinasi wisata terdekat.
”Dan memasang spanduk dengan barcode yang memuat informasi tentang destinasi DIY,” jelas Imam melalui sambungan telepon, Rabu (9/7/2025).
Contoh strategi lain, Imam memaparkan, mengaktifkan media sosial dan Google Maps secara organik.
Tujuannya, destinasi di sekitar akses tol muncul sebagai rekomendasi otomatis bagi pengguna di rute tersebut.
Namun, strategi ini perlu menggandeng kalurahan di sekitar exit tol.
”Kalurahan di sekitar exit tol sebagai gerbang wisata dengan mengangkat UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) unggulannya,” ujarnya.
Menurutnya, upaya lain yang perlu dilakukan adalah bekerja sama dengan operator lokal.
Dengan fokus paket wisata singkat (short visit experience).
Paket yang hanya memakan waktu dua hingga tiga jam ini bisa berisi wisata kuliner, kerajinan, dan destinasi dengan spot foto menarik.
Kendati begitu, Imam menekankan, berbagai upaya ini harus dibarengi dengan penyediaan fasilitas umum yang memadai. Seperti toilet dan kantung parkir.
Imam optimistis sektor pariwisata di DIY ketiban durian dengan beroperasinya Jalan Tol Prambanan-Klaten.
Salah satu alasannya, luas wilayah DIY cukup kecil dibanding Jawa Tengah. Wisatawan berpotensi langsung masuk dan menuju destinasi utama.
Sebut saja Malioboro, Pantai Parangtritis, Kaliurang, dan Candi Prambanan. Hal itu juga ditopang dengan mudahnya akses antarkabupaten/kota di DIY. Akses dari Candi Prambanan ke Gunungkidul, misalnya.
”Tol Prambanan-Klaten ini akan menimbulkan mobilisasi wisatawan lokal (short trip).
Khususnya wisatawan dari Jawa Tengah bagian timur seperti Solo Raya, Boyolali, maupun Karanganyar," tambahnya. (oso/zam)