JOGJA - Libur panjang sekolah membawa berkah bagi warga Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali (ABA) II yang saat ini berlokasi di bekas Menara Kopi Kotabaru. Walaupun tidak seramai di lokasi sebelumnya, namun terdapat peningkatan jumlah bus pariwisata yang parkir di lokasi tersebut.
"Hanya weekend yang masuk bus pariwisata. Selain weekend, minggu kemarin tidak ada bus yang parkir," ujar Pengelola TKP ABA II Doni Rulianto saat dikonfirmasi Senin (7/7).
Pada Sabtu (5/7) ada sebanyak 10 bus pariwisata yang mulai masuk. Lalu Minggu (6/7) ada 12 bus yang masuk. Sedangkan minggu sebelumnya, tidak ada bus yang masuk.
Baca Juga: Fraksi DPRD Kebumen Beri Catatan soal Pendapatan Pajak dan Retribusi Pemkab yang Tak Capai Target
Menurut cerita supir bus yang ia dengar, banyak yang bingung mau parkir di mana setelah TKP ABA tutup. Beberapa supir lalu memilih parkir di TKP Senopati dan di Ngabean. Bus yang tidak mengetahui TKP ABA telah pindah juga masih banyak ditemukan.
"Maka kami sepakat untuk jemput bola," tuturnya.
Baca Juga: Lakukan Evaluasi, Bupati Sleman Harda Kiswaya Sebut Jangan Ada Lagi Pegawai yang Galak dan Toilet Kotor
Maksudnya, pengelola TKP ABA II beberapa ditugaskan untuk berjaga dan mengarahkan bus pariwisata di dua titik. Pertama, titik sekitar Gardu Anim di area TKP ABA untuk mengarahkan bus pariwisata ke TKP ABA II. Titik kedua, petugas berjaga di sebelah barat, seberang lahan parkir TKP ABA II.
"Minimal petugas dua orang yang jaga, biar bus tidak bingung," bebernya.
Baca Juga: Viral Aksi Penyerangan Pelajar di SMP Salam Magelang, Polisi Sudah Kantongi Identitas Pelaku, Sebut Masih Sakit
Upaya jemput bola yang dilakukan pengelola dinilai membuahkan hasil. Salah satunya adanya peningkatan bus pariwisata yang parkir di lahan TKP ABA II. Namun, kenaikan tersebut masih jauh bila dibandingkan saat di lokasi sebelumnya.
"Di sana sehari bisa 60 bus parkir secara bergantian apabila libur panjang," katanya.
Menurutnya, selama libur panjang ini, tidak ada kendaraan pribadi baik motor ataupun mobil yang parkir di lahan tersebut. Beberapa kendaraan pribadi yang masuk merupakan pelanggan pedagang kuliner depan, bukan wisatawan Malioboro.
Baca Juga: Warga Minta SPBU Gedongtengen Tak Beroperasi Lagi, Pemilik Komitmen Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Selanjutnya, para pedagang di TKP ABA II tersebut juga belum semuanya membuka lapaknya. Kemungkinan yang sudah buka baru sekitar 40 persen.
"(Pedagang) Lainnya masih persiapan lapak," ucapnya.
Menurut Doni, lapak pedagang sudah mulai laku saat wisatawan turun dari bus pariwisata. Beberapa pengunjung mengeluhkan transportasi penghubung antara TKP ABA II yang terlalu jauh dari area Malioboro.
"Sementara banyak pengunjung pakai becak, jadi yang malah semua dapet rezeki," jelasnya. (oso)