JOGJA - Ikrar Emeraldine Patra, calon mahasiswa asal Palembang, Sumatera Selatan yang sebelumnya menjadi korban penipuan iklan kos di sosial media TikTok ketiban rezeki. Setelah sebelumnya kehilangan uang ratusan ribu, kini pemuda 18 tahun itu mendapatkan gratis menginap selama satu bulan di kos ekslusif.
Ikrar mengatakan, bantuan kos gratis itu menurutnya cukup membantu mengurangi beban biaya hidup selama dirinya mencari perguruan tinggi. Ya, selama di Yogyakarta dirinya memang tengah menjalani tes di salah satu kampus negeri. Sembari menunggu hasil tes, dia juga memetakan beberapa kampus swasta sebagai alternatif.
Alumni SMAN 13 Palembang ini mengaku, mendapatkan gratis menginap pada salah satu kos di Padukuhan Pringwulung, Condongcatur, Depok, Sleman. Selama mendapatkan fasilitas menginap gratis tersebut, dia mengaku akan memaksimalkan waktu untuk fokus belajar.
“Saat ini saya masih fokus untuk masuk ke UGM, kemudian saya juga mencari kampus lain yang ada di Yogyakarta,” ujar Ikrar saat dikonfirmasi Senin (7/7/2025).
Sebagaimana diketahui, Ikrar menjadi korban penipuan iklan kos dari akun TikTok bernama bernama OWNER KOST (@sactire). Peristiwa itu bermula ketika dia mencari kos dan tertarik dengan kamar yang ditawarkan akun tersebut.
Setelah melalui perbincangan lewat pesan WhatsApp, Ikrar kemudian mengirimkan uang sebesar Rp 200 ribu sebagai bentuk jaminan booking kamar. Namun bukan fasilitas menginap yang dia dapatkan, justru diarahkan lewat share location pada sebuah bangunan mangkrak di Jalan Kocoran, Caturtunggal, Depok, Sleman.
“Saya kemudian tanya warga dan mendapatkan informasi bangunan kos itu sudah kosong dua tahun, saya lalu sadar ternyata sudah ditipu,” kata Ikrar.
Baca Juga: Dishub Gunungkidul Kabulkan Tuntutan Sopir Truk soal Permudah Uji KIR, tapi Tetap Sesuai SRUT
Adapun pemberi hadiah menginap gratis kost gratis bagi Ikrar itu Djuragan Kamar, sebuah platform digital pengelola kost dan hotel asal Yogyakarta. Chief Operational Officer (COO) Djuragan Kamar, Muhammad Daffa berharap, bantuan tersebut dapat meringankan korban penipuan oknum makelar iklan kos.
Daffa pun ingin, kasus yang menimpa calon mahasiswa asal Palembang itu dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas. Sehingga bisa lebih berhati-hati dalam mencari kamar kos melalui iklan yang ditampilkan lewat sosial media.
“Kami merupakan aplikasi yang menyediakan informasi lengkap mengenai fasilitas kamar, fasilitas umum, dan informasi lainnya yang relevan," jelas Daffa. (inu)
Editor : Sevtia Eka Novarita