RADAR JOGJA - Pemilik SPBU Gedongtengen akhirnya buka suara terkait insiden ledakan pada akhir Mei lalu. Owner SPBU Gedongtengen Irma Damayanti berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh.
”Termasuk merombak total bangunan,” jelas Irma di Balai Kota Jogja, Senin (7/7).
Evaluasi itu, kata Irma, merupakan hasil komunikasi dengan Pertamina.
Hingga sekarang, manajemen SPBU yang terletak di Jalan Letjen Suprapto, Gedongtengen, Kota Jogja, itu juga masih menunggu hasil investigasi internal dan eksternal dari Pertamina.
Itu untuk memastikan operasional SPBU sesuai standar keamanan lingkungan.
Karena itu, Irma menegaskan, tidak akan terburu-buru mengoperasikan kembali SPBU. Toh, manajemen SPBU saat ini masih fokus memulihkan trauma psikologis warga.
”Kami bertanggung jawab dengan berbagai kerusakan rumah warga akibat ledakan,” katanya.
Terlepas dari itu, Irma berharap SPBU miliknya bisa beroperasi kembali. Banyak warga yang menggantungkan hidupnya sebagai karyawan.
Namun, di sisi lain, Irma juga menyadari bahwa dampak psikologis warga korban ledakan tidak mudah hilang.
Menurutnya, SPBU akan kembali beroperasi jika mengantongi persetujuan warga sekitar. Plus, garansi keamanan dari Pertamina.
Seperti diketahui, Warga RW 09 Pringgokusuman, Gedongtengen menolak beroperasinya kembali SPBU Gedongtengen.
Ketua RW 09 Pringgokusuman Heri Santosa menyampaikan, ledakan di SPBU sudah terjadi tiga kali dalam setahun. Terakhir pada 27 Mei lalu. Delapan orang mengalami luka-luka.
Menurutnya, ledakan juga menyebabkan sejumlah rumah warga di sekitar SPBU Gedongtengen rusak. Misalnya berupa genteng rontok, kaca pecah, hingga dinding rumah retak. (inu/zam)
Editor : Herpri Kartun