Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Libur Panjang Usai, Kota Jogja Dapat Limpahan 30 Ton Sampah dan Belum Mampu Mengolah, Menyedihkan

Iwan Nurwanto • Selasa, 8 Juli 2025 | 00:14 WIB
HANYA RESIDU: Seorang pegawai TPA Wonosari menata tumpukan sampah kemarin (1/7).
HANYA RESIDU: Seorang pegawai TPA Wonosari menata tumpukan sampah kemarin (1/7).

JOGJA - Setelah berakhirnya masa libur panjang, kini Kota Jogja kembali menghadapi permasalahan sampah. Pasalnya, terhitung masih ada sekitar 30 ton sampah yang sampai saat ini masih belum terolah atau tertahan.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Ahmad Haryoko mengatakan, sampah yang belum terolah itu sampai saat ini masih ditampung pada kendaraan pengangkut sampah yang berada di Unit Pengolahan Sampah (UPS). Kemudian sebagian, juga masih ada yang tertahan di depo.

Haryoko menyatakan, setiap momen libur panjang memang produksi sampah selalu mengalami peningkatan. Sehingga untuk mengatasi timbulan sampah tersebut pihaknya akan mengoptimalkan sistem pengolahan yang saat ini dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja.

Adapun saat ini, DLH Kota Jogja menaungi tujuh mesin insinerator yang berada di UPS Giwangan dan UPS Piyungan. Serta juga memiliki model pengelolaan lain dengan mengubah sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) di TPS3R Nitikan, Kranon serta Karangmiri.

“Kami juga bekerjasama dengan BUMD di Bantul untuk mengolah sampah,” ujar Haryoko saat dikonfirmasi, Senin (7/7/2025).

Pantauan Radar Jogja di Depo Mandala Krida, kondisi sampah memang cukup menumpuk. Kondisi itu berbeda dengan hari-hari biasa yang cenderung depo kerap kosong.

Haryoko mengaku, dalam upaya pembersihan sampah di Depo Mandala Krida pihaknya melakukan pengangkutan sampah rata-rata empat kali dalam sehari. Pengangkutan itu juga untuk memfasilitasi para penggrobak di wilayah Umbulharjo.

Salah satu penggrobak, Kuat Budiono membeberkan, bahwa pembuangan sampah dari penggrobak ke depo Mandala Krida dilakukan setiap pagi hari. Menurutnya, armada truk sampah masih kurang.

Baca Juga: Ikut Jadi Tersangka, Kakak dan Ayah Mas-Mas Pelayaran Mengaku Berniat Melerai : Dari CCTV Tertangkap Lakukan Ini!

Sebab, hampir setiap hari ketika pagi masih ada antrian penggrobak. Sehingga dia berharap agar ada peningkatan intensitas pengangkutan agar penggrobak tidak menunggu terlalu lama.

“Kami berharap pengangkutan sampah dari penggrobak bisa selalu lancar,” katanya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#shopee food #Kota Jogja #mas mas pelayaran #mas pelayaran #Penganiayaan #shopee #Sampah