JOGJA – Pemanfaatn kawasan Stadion Kridosono masih menimbulkan tanya. Apakah akan dijadikan kawasan ruang terbuka hijau (RTH) atau dijadikan training ground bagi PSIM Jogja. Tapi Satpol PP Kota Jogja mulai membersihkan tiang reklame di sana.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jogja Octo Noor Arafat mengatakan, penindakan reklame di Stadion Kridosono sudah dimulai beberapa waktu lalu. Dimulai dengan pemberian surat peringatan kepada pemilik reklame. Hingga akhirnya tiang-tiang reklame dibongkar mandiri oleh pemilik.
Octo menyebut,salah satu fasilitas publik yang berada di kawasan Kotabaru itu memang menjadi fokus pembersihan reklame. Sebab merupakan salah satu kawasan cagar budaya. Ya, stadion itu dibangun pada era 1938-an. Jauh sebelum kemerdekaan RI.
Selain memiliki dasar sebagai cagar budaya, kata dia, Stadion Kridosono juga merupakan kawasan penyangga sumbu filosofi. Hal itu sesuai dengan Peraturan Gubernur No 2 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Warisan Dunia Sumbu Filosofi Jogjakarta.
Dia pun menyampaikan, pembersihan reklame di kawasan itu juga sebagai upaya untuk mendukung rencana Stadion Kridosono yang diubah sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Sehingga penertiban pun tidak hanya konten visual. Namun juga menyasar struktur bangunan seperti tiang reklame.
“Ada ketentuan pergub maka harus dibersihkan strukturnya, dan jika jadi RTH maka Kridosono harus semua clear (tiang maupun konten reklamenya),” ujar Octo saat ditemui di kawasan Malioboro pada Rabu (2/7).
Sebagaimana diketahui, rencana untuk merubah Stadion Kridosono sebagai RTH mencuat dari pernytaan Penghageng Datu Dana Suyasa GKR Mangkubumi. Dia menyampaikan, Stadion Kridosono akan diubah sebagai kawasan hijau yang diharapkan dapat mengurangi kepadatan wisatawan di Kawasan Malioboro.
Stadion Kridosono memang sudah kembali ke Keraton Yogyakarta, setelah PDAM Tirtamarta sebagai pengelola aset sebelumnya mengembalikan pada tanggal 20 Januari 2025 lalu.
Penandatanganan penyerahan aset dari PDAM kepada Keraton Jogja ini dilakukan oleh Direktur utama PDAM Tirtamarta, Majiya dan Penghageng Datu Dana Suyasa GKR Mangkubumi.
“Kami akan menjadikan kawasan Kridosono sebagai kawasan hijau yang diharapkan akan mengurangi kepadatan wisatawan di Kawasan Malioboro,” ungkap GKR Mangkubumi.
Tapi rencana tersebut akan diubah. Usai mendapatkan restu dari Gubernur DIJ Hamengku Buwono X untuk bisa memakai Maguwoharjo International Stadium (MagIS) sebagai kandang, PSIM Jogja juga disarankan memakai Stadion Kridosono untuk dijadikan training ground.
Hal itu disampaikan Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno saat bertemu dengan Wali Kota Jogja. "Ngarsa Dalem bilang, sudahlah Kridosono saja. Silakan bicara dengan Gusti Pembayun, Kridosono dialokasikan untuk PSIM secara eksklusif," ungkapnya, Rabu (11/6). (inu/pra)
Editor : Heru Pratomo