JOGJA - Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) periode Januari-Mei tahun ini menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya diduga karena kondisi politik global yang tidak stabil.
"Geopolitik dunia, di antaranya perang Israel-Iran potensial mengakibatkan pembatalan perjalanan wisata dari Eropa," ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) DIJ Imam Pratanadi saat dikonfirmasi kemarin (4/7).
Menurutnya, promosi telah digencarkan sejak 2024. Namun dari data malah menunjukkan adanya penurunan yang signifikan. "Berdasarkan Renstra 2025, target wisman DIJ 95.000," tuturnya.
Pihaknya optimistis target kunjungan wisman ke DIJ tahun ini tercapai. Namun perlu dilakukan kerja keras dan cerdas, mengingat situasi politik global yang sedang tidak stabil. "(Daerah kunjungan terbanyak) besar kemungkinan masih di Kota Jogja dan Kabupaten Sleman," tuturnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIJ Herum Fajarwati mengatakan, kunjungan wisman secara kumulatif Januari-April 2025 sebanyak 23.124 orang. Jumlah itu menurun dibandingkan periode sama tahun lalu yakni 31.740 kunjungan. "Mengalami penurunan 27,15 persen," ujarnya.
Namun apabila dibandingkan dengan data per bulan, kunjungan wisman bulan April tahun ini meningkat dibandingkan Maret. Jumlah kunjungan bulan April sebanyak 7.135, sedangkan Maret 3.185 kunjungan. "Naik sekitar 124,02 persen," tuturnya.
Asal wisatawan yang berkunjung ke DIJ banyak datang dari Malaysia, Singapura, Tiongkok, Jerman, Amerika Serikat, Prancis, Belanda, Jepang, Inggris, dan India. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dari 10 negara itu mencapai 76,54 persen dari jumlah seluruh kunjungan wisatawan mancanegara selama 2025.
"Kawasan yang tertinggi dari ASEAN 57,34 persen. Kedua dari Eropa 21,12 persen dan ketiga Asia selain ASEAN 14 persen," jelasnya. (oso/laz)