JOGJA - Ikan hasil tangkapan para nelayan di laut selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diproyeksikan menjadi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Harapanya dapat membantu perekonomian para nelayan dan menambah variasi makanan.
"Kemarin beberapa teman dari Dinas Kelautan kan inginnya satu periode pola menu itu salah satunya harus dari ikan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) DIY Suhirman di kantornya, Kamis (3/7/2025).
Masukan tersebut juga muncul dari siswa ataupun masyarakat agar memasukkan menu lauk ikan dalam MBG. Namun, ia belum memastikan kapan realisasi rencana tersebut karena membutuhkan koordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.
"Akan ada koordinasi," bebernya.
Sampai saat ini belum pernah ada menu ikan laut pada MBG yang berjalan di DIY. Padahal, menu tersebut masuk dalam sumber gizi yang baik untuk anak.
"Menu ikan (selama ini) belum," ucapnya.
Selain menambah gizi anak, adanya MBG dengan lauk ikan laut hasil nelayan lokal diharapkan dapat meningkatkan perekonomian mereka. Selain menu ikan, Suhirman juga mendapat masukan agar buah-buah produksi lokal bisa masuk ke MBG.
"Ada usulan dari masyarakat buah misalkan gitu, bisa menumbuhkan ekonomi lokal," jelasnya
Selanjutnya mengenai pelaksanaan MBG, Suhirman mengakui memang belum merata di semua sekolah di DIY. Namun beberapa sekolah di setiap kabupaten/kota di DIY telah mendapat MBG.
"Terus bertambah, tapi belum semua. Tergantung kesiapan SPPG-nya," tandasnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Hery Sulistio Hermawan mengatakan rencana tersebut membuka peluang pasar baru bagi produsen ikan di DIY. Menurutnya ikan merupakan lauk yang bisa menjadi solusi penanganan stunting karena mengandung banyak nutrisi.
"Hasil diskusi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, setidaknya dibutuhkan 360 dapur untuk memenuhi MBG di seluruh DIY, artinya ini merupakan potensi yang besar," ujarnya.
Menurutnya tingkat konsumsi ikan masyarakat DIY masih rendah yakni 35,8 kg per kapita per tahun. Angka tersebut jauh di bawah nasional yang mencapai 57,6 kg per kapita per tahun. Pemanfaatan produk ikan dalam MBG juga menjadi salah satu peningkatan tingkat konsumsi ikan di DIJ. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin