JOGJA - Proses pemulangan para jamaah haji Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dari Arab Saudi masih berlangsung.
Dari total jemaah yang berangkat, sudah lebih dari setengah jemaah telah kembali ke DIY.
Namun tiga jemaah meninggal di Arab Saudi dan dua jemaah harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit Arab Saudi.
"Jemaah yang meninggal tambah satu dari Gunungkidul," ujar Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY Jauhar Mustofa saat dikonfirmasi, Rabu (2/7/2025).
Identitas tiga jemaah yang meninggal tersebut yakni Djumija Kartodiryo, 80, Kloter 71 SOC, warga Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro; dan Nur Hasyim Abdul Fattah, 83, Kloter 64 SOC, warga Krapyak Kulon Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon.
Keduanya merupakan warga Bantul.
Keduanya diduga kelelahan selepas mengikuti seluruh proses ibadah haji.
Menurutnya, Nur Hasyim alami penurunan kondisi kesehatan setelah Thawaf Ifadhah dan sempat diperiksa dokter kloternya.
Jemaah tersebut kemudian dirujuk ke RS Jemaah Haji Indonesia hingga di RS An Nur, Mekah dan meninggal di sana.
Sementara, Djumija wafat sebelum sempat dirujuk ke rumah sakit.
Kemudian yang terbaru yakni jemaah atas nama Danuri Karyo Rejo, 84 warga Kelurahan Piyaman, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul.
Dilaporkan wafat pada Selasa, 24 Juni 2025, waktu setempat.
"Semua jenazah dimakamkan di sana, biasanya di pemakaman Maqla di Mekah," tuturnya.
Berdasarkan laporan yang ia terima, hingga saat ini masih ada dua jemaah haji asal DIY yang masih mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).
Mereka merupakan anggota Kloter 67 dan 71.
Dua jemaah yang masih dirawat tersebut berasal dari Sleman.
"Mereka sakit jantung, pemicunya diduga perbedaan cuaca yang cukup ekstrem Indonesia dengan Arab," jelasnya.
Pihaknya terus berkomunikasi dengan tim dokter yang berada di embarkasi untuk melakukan mitigasi terkait dengan potensi adanya penyakit yang diderita jemaah.
Informasinya, memang banyak ditemukan penyakit jantung.
Bahkan, saat proses terbang di dalam pesawat juga menjadi salah satu faktor pemicu penyakit jantung.
"Makanya kan ada kasus yang meninggal di pesawat itu kan karena itu," terangnya.
Seluruh biaya perawatan jemaah yang sakit ditanggung oleh pemerintah sampai mereka sembuh.
Pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi akan memberikan pelayanan terbaik.
"Dirawat di rumah sakit sampai kondisi jemaah memungkinkan untuk pulang," ucapnya.
Proses pemulangan jemaah haji saat ini memasuki hari ketiga.
Hari pertama Senin (30/6/2025) yakni kloter 62 sudah mendarat.
Kemudian empat kloter 63, 64, 65, 66 telah mendarat di DIY Selasa (1/7/2025).
Selanjutnya, Rabu (2/7/2025) tiga kloter yang mendarat.
"Total yang sudah pulang lebih dari 1.500 jemaah."
"Itu sudah separo lebih, totalnya ada sembilan kloter."
"Satu kloter berisi 50 orang," jelasnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin