JOGJA - Produksi sampah di Kota Jogja disebut meningkat selama masa libur panjang sekolah tahun ini. Upaya penanganan lonjakan sampah pun disiapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, selama masa libur panjang dari Jumat (27/6/2025) hingga Minggu (29/6/2025) produksi sampah diketahui dapat mencapai 300 ton per hari. Jumlah itu naik signifikan dibanding hari-hari biasa yang produksinya hanya sekitar 240 hingga 260 ton per hari.
Hasto mengaku, pemkot sudah menyiapkan langkah penanganan lonjakan sampah tersebut. Yakni dengan mengoperasikan insinerator yang berada di TPS3R Nitikan, TPS3R Kranon, dan TPS3R Sitimulyo sebanyak tiga shift dari sebelumnya yang hanya dua shift. Upaya tersebut, diharapkan dapat memaksimalkan kemampuan pengolahan sampah sebesar 15 ton menjadi 30 ton per hari.
“Selama masa libur panjang memang kami kawal betul permasalahan sampah ini,” ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota Jogja, Selasa (1/7/2025).
Mantan Bupati Kulonprogo periode 2011-2019 itu pun menyebut, selama masa libur panjang sekolah pihaknya juga sudah menambah petugas kebersihan pada destinasi wisata unggulan seperti Tugu dan Malioboro. Sehingga wisatawan yang berkunjung ke Kota Jogja tetap merasa nyaman tanpa gangguan sampah.
Hasto menegaskan, pihaknya memang fokus untuk membuat area Tugu hingga Malioboro sebagai kawasan pedestrian yang nyaman bagi wisatawan. Oleh karena itu, permasalahan seperti sampah memang diprioritaskan dalam hal penanganannya.
“Kami berusaha agar Malioboro itu bisa sebersih mungkin,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Jogja Sri Arika Wahyuningsih menyampaikan, selama momen libur panjang sekolah ini jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Jogja dapat menyentuh angka 400 hingga 500 ribu wisatawan. Wisatawan yang datang mayoritas berasal dari kalangan pelajar dan keluarga.
Arika menyebut, periode peningkatan wisatawan terjadi selama tiga hari. Yakni dari Jumat (27/6/2025) hingga Minggu (29/6/2025). Dia pun berharap melalui kunjungan selama masa libur sekolah dapat mendongkrak jumlah wisatawan dan mencapai target yang ditentukan pada tahun ini.
“Kami optimistis target kunjungan tahun ini dapat tercapai,” terang Arika. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin