Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Warga Jogja Mengeluh, Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG) Jogja hanya Buka Pagi Hari, Seharusnya Buka 24 Jam

Iwan Nurwanto • Selasa, 1 Juli 2025 | 21:56 WIB
KONSEP INDISCHE: Suasana Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG) pada Selasa (1/7/2025). Fasilitas publik tersebut operasionalnya dinilai terbatas karena hanya buka di pagi hari.
KONSEP INDISCHE: Suasana Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG) pada Selasa (1/7/2025). Fasilitas publik tersebut operasionalnya dinilai terbatas karena hanya buka di pagi hari.

JOGJA - Sejumlah masyarakat mengeluhkan operasional Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG) yang masih terbatas. Pasalnya, fasilitas publik tersebut hanya buka di pagi hari. Padahal banyak masyarakat yang ingin memanfaatkan TBEG hingga sore hari.

Salah satu warga Banguntapan, Hardian Bagus mengatakan operasional TBEG seharusnya bisa dimaksimalkan hingga sore. Sebab menurutnya, tidak sedikit masyarakat yang ingin melakukan aktivitas pada fasilitas publik yang digadang–gadang sebagai pengungkit wisata dan budaya di Kota Jogja sisi selatan itu hingga sore atau malam hari.

Menurut dia, kondisi sosial di Kota Jogja dan sekitarnya kemungkinan lebih banyak masyarakat yang ingin memanfaatkan TBEG. Misalnya kalangan pekerja dan mahasiswa yang cenderung hanya memiliki waktu senggang pada sore hari.

Hardian pun membandingkan dengan fasilitas publik lain seperti Embung Potorono di kabupaten Bantul yang mampu buka selama 24 jam. Oleh karena itu, berharap agar TBEG nantinya bisa seperti itu agar masyarakat tidak lagi terbatas melakukan aktivitas pada fasilitas publik milik pemerintah.

“Kalau menurut saya TBEG efektifnya bisa buka sampai sore, karena mungkin banyak yang ingin beraktivitas setelah bekerja,” ujar Hardian saat ditemui Radar Jogja, Selasa (1/7/2025).

Warga lain, Atri pun punya keinginan sama agar fasilitas TBEG bisa buka hingga sore hari. Sebab kemungkinan banyak masyarakat ingin memanfaatkan fasilitas publik tersebut untuk berolahraga seperti jogging atau bermain dengan anak.

Atri mengaku, tidak tahu pasti aturan terkait dengan pembatasan operasional TBEG. Namun dia menilai sudah seharusnya fasilitas publik bisa dimanfaatkan secara maksimal.

“Ya mungkin karena kalau sore ada maintenance, jadi buka nya cuma pagi. Tapi saya menilai harusnya bisa sampai sore,” terangnya.

Pantauan Radar Jogja di lokasi, TBEG pada pagi hari memang cukup ramai aktivitas masyarakat. Banyak di antaranya yang melakukan kegiatan seperti jogging dan mengajak bermain anak.

Sebagaimana diketahui, TBEG resmi dibuka pada 23 Mei 2025 lalu. Fasilitas publik yang berada di kemantren Umbulharjo itu memiliki luas 3,4 hektar dan digunakan sebagai pusat kegiatan wisata, budaya, dan konservasi lingkungan.

Baca Juga: Sebanyak 708 Jemaah Haji Asal Bantul Dipulangkan hari Ini, Kemenag: Tidak Perlu Khawatir Soal Pengambilan Koper

Petugas keamanan TBEG, Dwi Nuryanto saat dimintai keterangan menyampaikan, bahwa TBEG hanya buka dari pukul 06.00 hingga 10.00. Setelah melewati jam tersebut maka gerbang ditutup dan aktivitas di dalam area embung harus steril.

Meskipun area di dalam embung steril, Dwi memastikan masyarakat tetap bisa menggunakan area di halaman depan TBEG. Misalnya untuk kegiatan olahraga ringan atau sekedar foto-foto.

“Kalau yang di dalam setelah jam sepuluh tidak boleh untuk jogging maupun aktivitas lainnya,” ungkap Dwi. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Taman Budaya Embung Giwangan #Kota Jogja #public space #Embung Giwangan #hanya buka pagi