Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bawang Putih, Minyak, dan Kedelai DIY Masih Andalkan Pasokan dari Luar Daerah, Panen Padi Tahun Ini Meningkat

Agung Dwi Prakoso • Senin, 30 Juni 2025 | 23:52 WIB
PANEN : Paryanto, 41, pria lulusan S2 Unnes sukses menggarap lahan pertanian di wilayah pesisir selatan Kebumen.
PANEN : Paryanto, 41, pria lulusan S2 Unnes sukses menggarap lahan pertanian di wilayah pesisir selatan Kebumen.

JOGJA- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan stok komoditas beras di DIY pada semester awal tahun ini aman. Bahkan hasil panenan para petani relatif mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Selama ini di DIY belum pernah ada wilayah yang kekurangan pangan hingga esktrem," ujar Kepala DPKP DIY Syam Arjayanti saat dikonfirmasi, Senin (30/6/2025).

Menurutnya, komoditas beras yang diproduksi oleh para petani lokal mampu mencukupi sebagian besar kebutuhan di DIY. Dari data tahun 2024, ketersediaan beras di DIY menapai 411.506 ton. Sedangkan kebutuhan atas komoditas beras di tahun itu sebesar 400.9073 ton. 

"Artinya masih surplus (10.833 ton)," tuturnya. 

Kemudian tahun 2025, data dalam rentang waktu Januari-April produktivitas atau hasil panenan komoditas beras mengalami kenaikan yang signifikan. Dia menaksir kenaikan lebih dari 20 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2024. 

"Tahun ini kami prediksi untuk produksi mencapai 167.056 ton sedangkan tahun kemarin 78.412 ton," bebernya.

Ada beberapa komoditi yang belum bisa diroduksi oleh petani lokal di DIY seperti bawang putih, minyak dan kedelai. Salah satu alasannya karena belum adanya lahan yang mencukupi untuk menanam pohon sawit sebagai bahan baku pembuatan minyak.

"Kedelai itu juga masih sedikit dan sebagian besar impor," terangnya.

Ada juga satu komoditas yang banyak mendatangkan dari luar daerah yakni kacang hijau. Padahal, DIY terkenal dengan oleh-oleh khas nya yakni bakpia yang menggunakan isian kacang hijau. 

"Tetapi bahan pokoknya (kacang hijau) kami masih mendatangkan dari luar daerah," tandasnya.

Komoditas sayuran di DIY paling banyak dipasok hanya dari daerah Sleman. Namun, banyak juga sayuran yang didatangkan dari daerah tetangga seperti Magelang yang tersebar di pasar-pasar di Jogja untuk memenuhi kebutuhan sayuran masyarakat.

"Kalau sayuran tertentu seperti bawang merah, cabai merah sudah mencukupi," tegasnya.

Terpisah, Pimpinan Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Yogyakarta Ninik Setyowati menyampaikan penyerapan gabah petani pada pertengahan Mei mencapai 111 ribu ton. Dari situ ia mengeklaim bahwa target penyerapan gabah/beras di DIY telah tercapai.

"Meskipun target sudah tercapai, namun BULOG masih terus melaksanakan penyerapan gabah/beras sebagaimana arahan pemerintah,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi penumpukan dan menjaga kualitas beras, BULOG Yogyakarta telah menyewa total 78 unit gudang filial termasuk yang berada Kantor Cabang Banyumas maupun Magelang. 28 unit di antaranya berada di DIY. 

“Kami menyewa gudang tambahan berkapasitas total sekitar 66 ribu ton untuk menampung stok," tuturnya.

Beras yang telah diserap akan digunakan sebagai bagian dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP), termasuk untuk mendukung program bantuan pangan dan intervensi harga jika dibutuhkan. BULOG memastikan bahwa seluruh proses penyimpanan dan distribusi dilakukan sesuai standar agar stok tetap aman dan layak konsumsi. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#minyak goreng #Provinsi DIY #beras #gabah #kering #komoditas