JOGJA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY menggelar bazar dan pasar murah bertajuk “Bazar Mben Setu”. Kegiatan tersebut dipusatkan di halaman kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Jalan Kusumanegara Yogyakarta.
Bazar dan pasar murah itu diadakan sebulan sekali, setiap Sabtu. Komoditas yang dijual berupa sembako seperti beras, minyak goreng, gula, susu, dan kebutuhan pokok lainnya. Selain itu, juga menghadirkan produk olahan makanan dari pelaku industri kecil menengah (IKM) binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY.
“Bazar mben Setu sengaja kami adakan dalam rangka menjaga daya beli masyarakat,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Yuna Pancawati di sela mengunjungi sejumlah stan pedagang Sabtu (21/6).
Yuna menginformasikan dalam kegiatan itu menggandeng Fakultas Peternakan UGM dengan produk-produknya yang enak dan bermanfaat bagi kesehatan. Di antaranya, produk susu berbagai varian rasa dan telur sejahtera maupun telur dengan kandungan omega 3.
Bazar dan pasar murah itu juga melibatkan delapan distributor. Mulai Bulog DIY, PT Rajawali Nusindo Indonesia, PT Pangan Surya Makmur dan Goedang Grosir Berdikari. Kemudian UD BM, PT Wilmar dan Makmur Beras.
Ditambah Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) inangun Mujur Srikayangan dari Desa Srikayangan, Sentolo, Kulon Progo. Selain itu, mendapatkan dukungan luar biasa dari Bank BPD DIY berupa bantuan pengadaan tenda. "Ini sangat bermakna bagi para distributor, pelaku IKM, dan tentu saja masyarakat yang banyak mendapatkan manfaat dari Bazar Mben Setu ," ungkap Yuna.
Mantan kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda DIY ini ingin Bazar Mben Setu bisa terus berlangsung. Mendapatkan dukungan berbagai pihak. Dengan begitu, kegiatan yang diinisiasi instansinya itu semakin dikenal luas.
"Masyarakat mendapatkan kemudahan memenuhi kebutuhan sembako dengan harga distributor. Di samping itu, mengangkat dan mempromosikan produk-produk IKM DIY," katanya.
Bazar Mben Setu dimulai sejak pagi sekitar pukul 07.30. Dari pantauan di lapangan, antusiasme warga cukup tinggi. Itu terlihat dengan banyaknya masyarakat yang membeli beragam produk yang dijajakan selama bazar dan pasar murah berlangsung.
Salah seorang warga menyambut gembira dan senang. Harga yang ditawarkan jauh lebih murah. Dia membeli sembako seperti beras, minyak goreng dan aneka kebutuhan lainnya.
“Bisa hemat dibandingkan dengan harga di luar," ucap Bu Gono yang tinggal di kawasan Semaki Gede, Umbulharjo, Yogyakarta.
Lain halnya dengan Lestari. Dia mengaku sudah beberapa kali mengikuti kegiatan bazar dan pasar murah yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY. Perempuan berusia 60 tahun membuka aneka buah-buahan. “Kalau bisa terus diadakan setiap tahunnya,” harap pemilik stan Buah Barokah ini.
Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari mengapresiasi penyelenggaraan Bazar Mben Setu yang diprakarsai Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY. Kegiatan itu sebagai langkah nyata pemerintah daerah ikut menjawab kebutuhan masyarakat. Apalagi diadakan rutin setiap bulan sekali saban Sabtu.
“Di tengah perekonomian yang masih melambat, bazar dan pasar murah itu sangat membantu warga,” tandas Ndari, sapaan akrabnya. (ayu/kus)