Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jabar Melarang, Berharap Jatim dan Lampung

Heru Pratomo • Kamis, 26 Juni 2025 | 05:45 WIB
STUDY TOUR: Pengunjung menikmati suasana saat berlibur di Candi Prambanan, Sleman, kemarin (25/6).
STUDY TOUR: Pengunjung menikmati suasana saat berlibur di Candi Prambanan, Sleman, kemarin (25/6).

RADAR JOGJA - Keputusan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi yang melarang kegiatan study tour terus dicarikan solusinya. Terutama oleh daerah tujuan wisata, seperti DIJ.

 "Salah satu pasar terbesar kita itu outing (study tour) dari sekolah-sekolah provinsi tetangga," ujar Kepala Dinpar DIJ Imam Pratanadi saat dikonfirmasi kemarin (25/6).

Ia tidak menampik, pembatasan study tour di beberapa daerah seperti Jabar cukup berdampak pada kunjungan wisatawan di DIJ. Namun, menurutnya beberapa daerah lain seperti Jawa Timur (Jatim) dan Lampung masih menargetkan DIJ sebagai tujuan wisata. "Masih terjangkau dengan kendaraan-kendaraan darat, kemudian kami masih bisa promosi ke sana," tuturnya.

Ia berharap kebijakan pelarangan atau pembatasan study tour di beberapa daerah tersebut bisa segera dicabut. Menurutnya, kebijakan tersebut sebagai dalah satu bagian untuk mengevaluasi penyelenggaraan wisata pelajar. Khususnya menjamin keselamatan para siswa. "Kalau itu nanti sudah selesai, saya rasa akan kembali diizinkan," bebernya.

 Ditemui di Balai Kota Jogja, Kepala Bidang Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Jogja Yurnelis Piliang mengatakan, adanya kebijakan karangan study tour dari Jawa Barat memang kini pihaknya hanya bisa mengandalkan rombongan pelajar dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.  Sebab, jumlah wisatawan pelajar yang dari Jawa Barat kini menurun drastis. Kalaupun ada, hanya berasal dari sekolah swasta.

 Yurnelis mengaku, tengah menyusun strategi agar destinasi wisata di Kota Jogja bisa menggaet wisatawan dari luar daerah Jawa Barat. Di satu sisi, dia juga mendorong agar pengelola wisata bisa menghadirkan berbagai inovasi seperti atraksi wisata agar dapat menarik minat wisatawan luar daerah untuk berkunjung.

 Menurut dia, berbagai agenda wisata yang digelar di Jogjakarta seperti Prambanan Jazz kemungkinan dapat menjadi potensi untuk menarik wisatawan. Sehingga pihaknya pun telah menyiapkan berbagai informasi terkait dengan berbagai agenda wisata dan jam operasional destinasi selama periode liburan.

 Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dispar Kota Jogja Sri Arika Wahyuningsih menambahkan, selama momen libur panjang sekolah ini akan menargetkan kunjungan ke Kota Jogja dapat menyentuh angka 400 ribu hingga 500 ribu wisatawan. Dia pun optimistis target tersebut bisa tercapai meski ada larangan study tour dari Jawa Barat.

 Arika menyebut, periode peningkatan wisatawan kemungkinan akan terjadi dari hari Jumat hingga Minggu (27-29/6) mendatang. Selama periode tersebut pihaknya juga berharap tidak hanya dapat meningkatkan kunjungan namun juga length of stay atau lama tinggal wisatawan.

“Kami harus optimistis target kunjungan tersebut dapat tercapai,” terang Arika. (inu/oso/pra)

 

Editor : Herpri Kartun
#prambanan #study tour #pelajar #Pariwisata #deddy mulyadi #Jabar #Jogjakarta