Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemkot Jogja Bakal Percantik Lapangan Mancasan dan Minggiran untuk Akademi PSIM

Iwan Nurwanto • Senin, 23 Juni 2025 | 22:27 WIB
Sejumlah remaja bermain bola saat hujan mengguyur Lapangan Mancasan, Kemantren Wirobrajan, Kota Jogja, Kamis (21/11).
Sejumlah remaja bermain bola saat hujan mengguyur Lapangan Mancasan, Kemantren Wirobrajan, Kota Jogja, Kamis (21/11).

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja sudah menyiapkan rencana untuk mempercantik Lapangan Mancasan, Wirobrajan dan Lapangan Minggiran, Mantrijeron.

Upaya tersebut dilakukan untuk memberikan fasilitas akademi bagi PSIM setelah lolos di Liga 1.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, rencana untuk mempercantik Lapangan Mancasan dan Minggiran itu akan segera dilakukan dengan menyesuaikan ketersediaan anggaran.

Tujuannya, agar PSIM bisa memiliki wadah untuk mengembangkan bibit-bibit pesepakbola yang berasal dari masyarakat lokal.

Hasto menyebut, dua lapangan itu akan menjadi tahap awal rehabilitasi fasilitas olahraga sepakbola di Kota Jogja.

Sehingga ke depan tidak menutup kemungkinan lapangan-lapangan lain di Kota Jogja juga akan dipercantik.

“Secara bertahap saya akan me-make up lapangan-lapangan di Kota Jogja,” ujar Hasto saat ditemui di Kantor DPRD Kota Jogja, Senin (23/6/2025).

Mantan Bupati Kulonprogo periode 2011-2019 itu menyampaikan, adanya rehabilitasi lapangan juga diharapkan dapat mendukung akademi PSIM pasca lolos di kasta tertinggi sepakbola nasional.

Sehingga klub sepakbola dengan julukan Laskar Mataram itu bisa memiliki fasilitas untuk membina pemain dengan kategori U-16, U-18, dan U-20.

Upaya mempercantik lapangan-lapangan di Kota Jogja itu juga akan diselaraskan dengan program penyediaan ruang terbuka hijau publik (RTHP).

Sehingga nantinya masyarakat juga bisa memiliki ruang publik sebagai wadah bersosialisasi sekaligus berbagai kegiatan.

Menurut Hasto, pembangunan RTHP memang menjadi prioritas pembangunan selama masa kepemimpinannya di Kota Jogja.

Sebab diakuinya, ketersediaan ruang terbuka bagi masyarakat masih tergolong minim.

Itu nampak dari fenomena sebagian masyarakat yang memanfaatkan ruang tidak semestinya.

Misalnya seperti pinggir rel kereta api.

“Saya sudah pesan, jika ada RTLH yang sudah bisa dibangun, siap DED-nya, lalu waktunya cukup maka menjadi prioritas,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau Publik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Rina Aryati Nugraha mengatakan, sampai saat ini jumlah RTH di Kota Jogja mencapai 64 titik.

Kemudian pada tahun ini akan ditambah lima titik.

Meskipun melakukan penambahan, diakui Rina, pemkot belum bisa memenuhi target RTH seperti yang diatur undang-undang.

Sebab, RTH publik di Kota Jogja baru mencapai 8,06 persen.

Artinya, angka itu masih sangat jauh dari 20 persen.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan Undang-undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang sebuah daerah harus memiliki minimal 20 persen ruang terbuka hijau.

“Dengan pembangunan yang empat lokasi, kami menambah 0,004 persen jadi total 8,064 persen untuk tahun ini,” terang Rina. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Mantrijeron #Mantrijeron Jogja #akademi psim #lapangan minggiran #lapangan mancasan #Wirobrajan #PSIM Jogja