JOGJA - Aktivitas perparkiran di lahan bekas Menara Kopi, Kotabaru sudah dimulai sejak, Sabtu (14/6). Lokasi baru tersebut diperkirakan dapat menampung puluhan bus pariwisata. Namun masih ada kendala komponen bangunan yang dinilai mempersulit mobilitas kendaraan.
Pengelola Lokasi Parkir Malioboro di Kotabaru, Doni Rulianto mengatakan aktivitas uji coba parkir sudah dimulai sejak hari Sabtu (16/6/2025). Selama uji coba awal ada dua bus pariwisata yang masuk. Kemudian pada hari Minggu (15/6/2025) ada sekitar tujuh bus yang masuk.
"Kendaraan mobil dan motor itu dari pelanggan kuliner sefood di depan, kalau dari wisatawan belum masuk," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (12/6/2025).
Beberapa kendaraan dari pelanggan rumah makan sefood yang terletak tak jauh di kompleks perparkiran itu diarahkan untuk parkir ke dalam. Hal tersebur agar akses jalan keluar masuk bus tidak terganggu dengan kendaraan.
"Kami berbagi dengan jukir rumah makan itu, mereka gabung kesini, agar sama-sama enak," tuturnya.
Kendala yang dirasakan, lanjut Doni, masih sama terkait pengajuan izin meninggikan gapura yang tak kunjung mendapat jawaban. Ia menilai apabila izin tersebut disetujui, mobilitas kendaraan akan semakin lancar dan otomatis dapat menambah kuota parkir kendaraan di lokasi tersebut.
"Jadi masuk dan keluar kendaraan khususnya bus lebih mudah," tuturnya.
Menurutnya, beberapa supir bus pariwisata juga mengeluhkan hal serupa. Mereka menilai apabila bangunan gapura bertuliskan Area Parkir Malioboro itu ditinggikan, manuver bus akan lebih mudah.
"Kami telah menginformasikan ke Dishub DIY, izin sudah diteruskan ke Keraton Jogja," ucap Doni.
Pengajuan izin perubahan bangunan tersebut tak lain sebagai upaya agar perputaran ekonomi para penghuni di lahan baru dapat maksimal. Harapannya apabila urusan perparkiran jalan, para pedagang juga akan merasakan dampaknya, karena otomatis pengunjung akan lebih banyak. Di lokasi baru ini, diperkirakan kuota parkir untuk kendaraan bus hampir sama dengan di TKP ABA yakni sekitar 30 bus.
"Dengan catatan gapura itu ditinggakan, karena biar bisa tiga baris bus. Kalau saat ini hanya bisa sekitar 20 bus," jelasnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin