Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Diikuti Ratusan Peserta, Sayembara Jemparingan Mataraman Ajak Pelajar Berbagai Daerah Lestarikan Budaya Adiluhung

Iwan Nurwanto • Senin, 16 Juni 2025 | 04:30 WIB

 

FOKUS: Peserta membidik sasaran saat mengikuti Sayembara Jemparingan Mataraman tingkat pelajar nasional di Lapangan Kopertis, Kota Jogja Minggu (15/6).
FOKUS: Peserta membidik sasaran saat mengikuti Sayembara Jemparingan Mataraman tingkat pelajar nasional di Lapangan Kopertis, Kota Jogja Minggu (15/6).
 

JOGJA - Sayembara Jemparingan Mataraman kategori pelajar tingkat nasional digelar sebagai salah satu rangkaian peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-219 Jawa / 213 Masehi. Kegiatan yang digelar di Lapangan Kopertis, Kota Jogja Minggu (15/6), diikuti oleh 260 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Suasana kompetisi jemparingan terlihat sangat meriah namun serius. Ratusan peserta terlihat menggunakan busana tradisional, duduk bersila, dan membidik sasaran dengan gaya khas panahan Mataram.

 Baca Juga: Diresmikan Langsung Oleh Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi, KDMP Tamanmartani Bermodalkan Rp 50 Juta Hasil dari Iuran Anggota

Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu (GKBRAy) Adipati Paku Alam X mengatakan, jemparingan bukan sekadar olahraga. Namun juga merupakan salah satu bentuk ekspresi budaya yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan.

 

Menurut dia, jemparingan juga menjadi salah satu warisan budaya adiluhung. Dalam olahraga tersebut juga mengajarkan tentang konsentrasi, ketekunan, kesabaran, dan sikap kesatria. Dia pun mengapresiasi para peserta luar daerah yang sudah ikut andil dalam sayembara jemparingan tersebut.

 Baca Juga: Berbau Nama Bupati dan Wabup, Batik Songsong Agung Ngambararum Diluncurkan, Mantan Wabup Kulon Progo Fajar Gegana Sebut Kemungkinan Ada Unsur Politis

“Tradisi ini adalah bagian dari identitas Pakualaman, dan kami berkomitmen untuk terus mewariskannya ke generasi muda,” ujar Paku Alam X di sela kegiatan.

 

Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan menyatakan, Pemkot Jogja terus berupaya untuk mendukung pelestarian budaya jemparingan. Sebab kegiatan tersebut dapat menjadi bagian pembangunan karakter, pendidikan kebudayaan, serta penguatan identitas lokal.

 

Dia pun berharap, sayembara dan kompetisi jemparingan bisa dilaksanakan secara rutin. Sehingga pelajar tidak hanya terampil dalam berkompetisi. Namun juga bisa menumbuhkan minat untuk cinta dan bangga terhadap warisan budaya bangsa.

 

“Harapannya, kegiatan seperti ini sekaligus membentuk generasi yang berbudaya,” beber Wawan.

 

Sementara itu, Keisya Armelya Nafasha peserta asal Tangerang, Jawa Barat mengaku, sangat senang bisa mengikuti sayembara jemparingan di Jogja. Pelajar berusia 16 tahun ini bahkan menjadikan olahraga tradisional tersebut salah satu kesehariannya. “Saya mulai menekuni jemparingan sejak duduk di bangku kelas 8 SMP,” kata pelajar kelas 11 ini. (inu/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kota Jogja #Jemparingan Mataraman #adiluhung #Budaya #pelajar #Hadeging Kadipaten Pakualaman #Warisan Budaya #JEMPARINGAN #mataram #sayembara