JOGJA - Munculnya kembali kasus penularan Covid-19 di Kota Jogja menjadi kewaspadaan bagi pemerintah setempat. Kendati demikian, kemunculan virus dengan nama lain corona itu belum terlalu disikapi serius karena mayoritas masyarakat sudah memiliki antibodi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengatakan, capaian vaksinasi antibodi SARS-Cov-2 di Kota Jogja sudah mencapai 99 persen. Oleh karena itu pihaknya berharap masyarakat tidak perlu panik menyikapi munculnya kasus baru Covid-19.
Menurut Emma, varian Covid-19 di Indonesia kini umumnya MB.11 yang dinyatakan oleh World Health Organization (WHO) tidak menyebabkan peningkatan penularan dan virulensi. Varian itu juga tidak mengalami perubahan tipe dan diperkirakan tidak merugikan.
“Gejala yang ditimbulkan mirip dengan varian Covid-19 sebelumnya. Antara lain, demam, pusing, batuk, sakit tenggorokan, mual dan muntah, serta nyeri sendi,” ujar Emma saat dikonfirmasi Jumat (13/6).
Meskipun demikian, ia memastikan Dinkes Kota Jogja tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Covid-19. Di antaranya dengan merumuskan dan menetapkan aktivitas kewaspadaan di tingkat dinkes, puskesmas, rumah sakit, PSC 119 hingga lintas sektor.
Kemudian juga dilakukan penguatan kewaspadaan melalui mekanisme sistem kewaspadaan dini dan respons (SKDR) di puskesmas dan rumah sakit. Serta melakukan penyelidikan epidemiologi jika ditemukan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.
Selain itu, Dinkes Kota Jogja juga menyiapkan rumah rujukan Covid-19 dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Sekaligus melakukan kesiapan dalam hal penyediaan reagen dan pembawa spesimen, penyediaan APD bagi petugas puskesmas, hingga penyediaan obat dan penunjang perawatan pasien Covid-19.
"Kami juga sudah menyiapkan tatalaksana kedaruratan Covid-19 di masyarakat dan rujuk ke fasilitas kesehatan oleh PSC 119 YES,” terang Emma.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu menyampaikan, sampai saat ini hanya ditentukan satu kasus Covid-19 di Kota Jogja. Kasus itu dari warga Kota Jogja yang berdomisili di Kabupaten Sleman.
Adapun kasus di Kota Jogja ditemukan pada 26 Mei 2025 di wilayah Puskesmas Danurejan. Dinkes Kota Jogja sudah melakukan tracing terhadap kontak erat. Dari total empat kontak erat, tidak ditemukan penularan Covid-19. "Untuk yang terkonfirmasi positif hanya mengalami gejala ringan," terang Endang. (inu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita