SLEMAN - Selain pekerja, guru honorer juga menjadi sasaran penerima BSU. Salah satu guru honorer Rico Anang mengaku telah mengetahui informasi tentang rencana pemberian BSU tersebut. Dia sangat berharap dirinya termasuk dalam penerima bantuan. "Gaji guru honorer itu kecil, jadi ketika ada bantuan seperti ini, tentu sangat membantu," katanya, Selasa (10/6).
Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SD Muhammadiyah Ambarbinangun itu telah mengajar selama satu tahun tiga bulan tersebut menyampaikan, dalam praktiknya ia harus mencari tambahan penghasilan dengan mengajar privat di luar jam sekolah, termasuk melatih futsal dan renang.
Hal tersebut dilakukannya bukan tanpa sebab, menurutnya, secara garis besar kondisi guru honorer saat ini masih jauh dari sejahtera."Banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Makanya saya ambil beberapa pekerjaan tambahan," ujar perantau asal Wonogiri ini.
Rico menilai, selain bantuan seperti BSU, hal yang lebih krusial adalah peningkatan gaji bagi para guru honorer, agar bisa hidup lebih layak tanpa harus mengorbankan waktu dan tenaga untuk pekerjaan sampingan."Saya berharap pemerintah membuka mata terhadap nasib guru honorer, terutama di daerah-daerah," harapnya.
Restu Fauzi, guru honorer di SD Ngentak, Sanden, Bantul, juga mengaku antusias dengan adanya program BSU. Restu yang mulai mengajar sejak Januari 2024 sebelumnya belum mengetahui adanya program bantuan tersebut, namun kini berharap bisa mendapatkannya.
Kalau benar guru honorer dapat bantuan itu, kata dia, tentu sangat membantu. “Saya juga berharap pemerintah lebih memperhatikan guru-guru honorer di pelosok dengan kondisi ekonomi yang sangat terbatas," ujarnya.
Sama seperti yang dilakukan Rico, Restu juga menyambi mengajar di luar sekolah untuk bisa menutupi kebutuhan sehari-harinya, sebab memang tidak cukup jika hanya menggantungkan dari apa yang diperolehnya sebagai guru honorer. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo