JOGJA - Kehadiran pasukan kuning menjadi asa baru bagi penanganan sampah sungai di Kota Jogja. Namun di tengah pentingnya tugas, mereka masih membutuhkan jaminan hari tua dan kontrak berlanjut agar karir mereka lebih jelas.
Salah satu pasukan kuning yang bertugas di Sungai Code, Dwi Agus Pramujiyanto mengatakan, fasilitasi yang diberikan oleh pemerintah kepada pasukan sungai sejatinya sudah baik. Misalnya telah disediakan alat pelindung diri (APD) lengkap dan jaminan kesehatan sebagai upaya mitigasi tingginya resiko kerja pembersihan sungai.
Namun, Agus sapaannya menilai ratusan pasukan kuning yang saat ini menjadi mitra Pemkot Jogja dalam penanganan sampah masih membutuhkan jaminan hari tua. Sebab menurutnya pasukan kuning tidak memiliki uang pensiun.
“Dengan memiliki jaminan hari tua, minimal nantinya kami punya tabungan,” ujar Agus saat ditemui di sela dialog pasukan kuning dengan wali kota di Balai Kota Jogja, Selasa (10/6).
Selain jaminan hari tua, pasukan kuning yang bertugas di sisi selatan Sungai Code ini juga berharap ada kontrak berkelanjutan. Dikarenakan, para pasukan kuning dinaungi oleh penyedia jasa pihak ketiga atau outsourcing memiliki sistem kontrak tahunan.
Agus menyatakan, dengan sistem kontrak tahunan, menurutnya cukup mengancam keberlanjutan karir para pasukan kuning. Sebab mereka bisa diputus kontrak kapan saja.
“Kami kan bekerja menanggung ada anak istri, kalau satu tahun kami diganti nanti kami kerjanya gimana,” terangnya.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengaku, sudah menampung segala aspirasi para pasukan kuning. Misalnya terkait dengan keinginan pasukan kuning yang dapat diberi jaminan hari tua dan kontrak yang tidak diputus.
Hasto menyatakan, segala aspirasi para pasukan kuning akan diusahakan oleh Pemkot Jogja. Kendati begitu, dia berharap agar para pasukan kuning bisa menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Yakni membersihkan hulu sampai hilir sungai agar Kota Jogja bebas dari sampah.
“Saya targetkan Sungai Winongo, Gajahwong, dan Code harus bersih, dari batas kota di Sleman hingga batas kabupaten Bantul,” tegas orang nomor satu di Kota Jogja ini. (inu/pra)
Editor : Heru Pratomo