JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja melakukan upaya mitigasi lonjakan kasus penyakit tidak menular seperti hipertensi dan kolestrol pascamengkonsumsi daging kurban saat Idul Adha.
Salah satunya dengan menyiagakan 18 puskesmas yang ada untuk beroperasi tanpa libur.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengatakan, selama libur panjang dan cuti bersama Idul Adha, seluruh puskesmas di Kota Jogja tetap membuka layanan baik sebelum maupun pasca-Idul Adha.
Ini untuk mengantisipasi munculnya kasus kedaruratan selama waktu tersebut.
“Setiap hari puskesmas-puskesmas di Kota Jogja kami siagakan,” ujar Emma saat dikonfirmasi, Senin (9/6/2025).
Kendati begitu, Emma mengklaim bahwa hingga saat ini belum ditemukan peningkatan kasus penyakit. Terutama yang diakibatkan karena mengkonsumsi daging kurban secara berlebihan.
Namun, untuk mengantisipasi lonjakan kasus tidak menular, Dinkes Kota Jogja sudah mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak mengkonsumsi daging secara berlebihan. Terlebih yang diolah menjadi makanan bersantan dan dibakar.
Kemudian, selama mengkonsumsi sajian khas Idul Adha masyarakat juga diimbau untuk tetap mengkonsumsi buah dan sayur. Serta tetap memperhatikan porsi makanan yang dikonsumsi.
“Selain itu penting untuk mencuci tangan dengan sabun, saat mengolah makanan dan ketika makan,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja Sukidi menyampaikan, pihaknya sudah melakukan pengawasan prapenyembelihan. Yakni dengan mendata surat keterangan kesehatan hewan pada tempat penjualan hewan kurban yang resmi maupun dadakan.
Menurutnya, upaya tersebut dilakukan agar hewan kurban yang disembelih di Kota Jogja dalam kondisi sehat dan tidak membawa penyakit yang dapat menular ke manusia.
Sampai saat ini, DPP Kota Jogja mengklaim belum ada temuan kasus penyakit pada hewan maupun daging kurban.
“Alhamdulillah sampai hari ini tidak ditemukan penyakit hewan strategis, baik yang disembelih di RPH maupun di luar RPH,” beber Sukidi. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita