JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja mencatat produksi sampah selama libur panjang Idul Adha tidak mengalami lonjakan signifikan.
Kondisi ini berbeda dengan momen Idul Fitri yang biasanya disertai peningkatan volume sampah hingga puluhan ton per hari.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kota Jogja Ahmad Haryoko mengatakan, volume sampah harian selama libur dan cuti bersama Idul Adha, terhitung sejak 6 hingga 9 Juni 2025, masih berada pada kisaran normal.
Rata-rata produksi sampah tercatat sekitar 250 ton per hari, angka yang sama seperti hari biasa. Sebab, pada momentum lebaran haji ini masyarakat cenderung fokus terhadap kegiatan penyembelihan kurban.
“Liburannya untuk kegiatan kurban, jadi ya sampahnya tidak terlalu naik,” ujar Haryoko saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Senin (9/6/2025).
Dia membandingkan dengan momen Idul Fitri tahun ini, di mana volume sampah sempat melonjak hingga 300 ton per hari atau naik sekitar 50 ton dibanding hari biasa.
Pantauan Radar Jogja di Depo Mandala Krida pun menunjukkan kondisi yang relatif normal. Tidak terlihat tumpukan sampah berlebih dari luar depo, dan aktivitas petugas berlangsung landai. Hanya beberapa gerobak sampah yang tampak mengantre.
“Alhamdulillah, sampah di Idul Adha ini tidak terlalu naik,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan menegaskan, tentang pentingnya menjaga kebersihan selama Hari Raya Idul Adha.
Dia pun meminta agar semua lapisan masyarakat untuk mengedepankan prinsip pengelolaan sampah dari sumbernya.
Sehingga menurut dia, penting dilakukan upaya, mengurangi plastik dalam pengemasan daging kurban.
Di samping itu perlu pula mengelola limbah kurban secara bijak dengan tidak membuang di sumber air seperti sungai dan selokan.
“Mari jaga Jogja tetap bersih, zero sampah, demi keberlanjutan generasi,” pesan Wawan. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita