Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menilik Upaya RW 02 Klitren, Gondokusuman, Kota Jogja Genjot Potensi Pertanian di Perkotaan, Manfaatkan Lahan Sempit, Raup Untung Jutaan Rupiah

Iwan Nurwanto • Selasa, 3 Juni 2025 | 20:11 WIB
Ketua RW.02 Kampung Klitren Hasan Al Hakim saat meninjau kebun pisang yang berada di halaman Masjid Al Ikhlas pada Selasa (3/6/2025).
Ketua RW.02 Kampung Klitren Hasan Al Hakim saat meninjau kebun pisang yang berada di halaman Masjid Al Ikhlas pada Selasa (3/6/2025).

JOGJA - Ketersediaan lahan yang terbatas bukan menjadi halangan bagi warga RW.02 Kampung Klitren, Gondokusuman, Kota Jogja untuk memaksimalkan potensi pertanian. Berbekal lahan kosong di halaman tempat ibadah, warga kampung tersebut mampu menghasilkan rupiah dari produksi pisang raja.

Suasana asri tampak di sebuah lahan yang terletak di sisi barat Masjid Al Ikhlas Klitren. Beberapa pohon pisang raja terlihat tumbuh subur pada lahan yang luasnya hanya sekitar belasan meter. Beberapa pohon pisang pun terlihat mengeluarkan tandan meskipun warnanya masih hijau.

Selain pepohonan pisang, di tempat tersebut juga nampak beberapa jenis tanaman lain. Seperti mangga yang ditanam dalam pot dan cabai jawa yang tumbuhnya merambat.

Lahan tersebut dikelola oleh warga RW.02 Kampung Klitren. Bermula dari pendampingan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja. Tidak main-main, berkat bertani pisang raja tersebut kelompok tani di Kampung Klitren bisa meraup pendapatan hingga jutaan rupiah.

Ketua RW.02 Kampung Klitren Hasan Al Hakim mengatakan, kegiatan bertani pisang di lahan sempit itu sudah berjalan selama empat tahun terakhir. Awalnya, kelompok tani di wilayahnya bertanam sayur. Namun karena keuntungan tidak sebanding dengan biaya perawatan, akhirnya warga pun beralih menanam pohon pisang raja.

Setidaknya ada belasan pohon yang ditanam oleh kelompok tani Kampung Klitren. Satu pohon bisa menghasilkan 300 sisir pisang dengan harga jual per sisirnya berkisar antara Rp. 25.000 hingga 30.000. Kemudian ketika panen uang atau cuan yang dihasilkan bisa mencapai jutaan rupiah bagi kas RW.

“Dalam sebulan setidaknya kami bisa tiga-empat tandan, jadi bisa dibayangkan berapa penghasilannya,” ujar Hasan saat ditemui di Kampung Klitren, Selasa (3/6/2025).

Dia mengaku, selain pisang raja kelompok tani Kampung Klitren juga tengah mengembangkan komoditas cabai jawa. Salah satu tanaman rempah itu dipilih karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Pada satu sisi penjualannya pun cukup mudah karena merupakan salah satu bahan baku jamu tradisional.

Hasan menyatakan, dalam mengembangkan komoditas cabai jawa di Kampung Klitren pihaknya tengah mendorong peran kelompok wanita tani. Sehingga dapat menjadi tambahan pendapatan disamping kesibukan mengurus rumah tangga.

Diakuinya, dalam mendorong kalangan ibu-ibu rumah tangga di Kampung Klitren memang bukan hal yang mudah. Sebab banyak di antara ibu-ibu yang sudah memiliki kesibukan lain dan masih enggan melirik pengembangan sektor pertanian di lahan perkotaan.

“Oleh karena itu, kini sedang kami upayakan kelompok wanita tani bisa aktif kembali,” tandas Hasan. (inu) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #Kelompok Wanita Tani #cabai jawa #kampung #Klitren