JOGJA - Bagi Beny Suharsono, pengabdiannya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tak hanya seumur jagung. Hampir separuh hidupnya ia dedikasikan untuk melayani warga DIY.
Beny memulai karir sebagai PNS di Jogja dengan bermodalkan ijazah SMA. Pada Februari 1986 ia lolos seleksi PNS dan pertama kali ditempatkan di Biro Kepegawaian Setwilda DIY sebagai staff.
"Penempatan pertama kali itu disana tepatnya di Bappeda Kota Jogja," ujarnya kepada Radar Jogja, Jumat (30/5/2025).
Sebelum menjadi Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY, ia telah merasakan duduk di kursi beberapa kantor yang berbeda. Total tercatat ada 21 jabatan yang telah ia lalui selama berdinas di DIY. Ia juga sempat lama berdinas di Kalurahan Giwangan dan Tahunan, Umbulharjo, Jogja sebagai sekretaris.
"Di sana saya senang bisa berinteraksi dengan masyarakat, pernah ikut suatu lomba hingga juara tingkat provinsi di Kalurahan Giwangan," jelas alumni SMA Negeri Bumiayu, Brebes itu.
Karirnya di Pemprov DIY cukup melejit hingga pada tahun 2015 ia menjabat sebagai Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekprov DIY. Selang tiga tahun, ia menjabat sebagai Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD DIY selama satu tahun. Pada tahun 2019 ia mendapat mandat untuk menjadi Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY. Menjadi kepala Bappeda DIY tahun 2020 hingga dipercaya untuk duduk mengisi jabatan Sekprov DIY mulai 2023 hingga saat ini.
"Panjang ceritanya, saya memulai karir dari Nol, mulai dari tukang antar surat-surat," bebernya
Menurutnya seluruh pangkat dilalui secara reguler dan tidak ada akselerasi. Mulai pejabat eselon V hingga II semuanya ia lalui secara mengalir hingga di usianya ke 60 ia pensiun tahun ini.
"Total dinas saya 39 tahun lebih 9 bulan," kata Pria Kelahiran 12 Mei 1965 itu.
Di tengah statusnya sebagai PNS, Beny juga meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia lulus sebagai seorang sarjana dari Institut Ilmu Pemerintahan Departemen Dalam Negeri (IPDN) pada tahun 1994. Kemudian meneruskan pendidikan hingga lulus pascasarjana tahun 2011 dengan almamater Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD” Yogyakarta.
"Jadi memang tempaan di lapangan itu meneguhkan kami dalam melayani masyarakat dengan dukungan semua OPD," terangnya.
Beny tidak menampik selama puluhan tahun tersebut merasakan pahit-manis dan dinamika saat bertugas sebagai pelayan masyarakat. Mulai adanya pihak yang tidak puas hingga penolakan dari masyarakat sering muncul berbarengan dengan ketugasannya.
"Saya sangat senang masyarakat bisa senyum ketika terlayani, kalau keluar dari ruangan saya terus merengut itu rasanya MasyaAllah, padahal niat kami baik," jelasnya.
Sekprov, lanjutnya, merupakan salah satu jabatan untuk menjembatani semua lini baik komponen Legislatif maupun Eksekutif. Selain itu juga mengarahkan para pejabat eselon II agar sesuai dengan tujuan Gubernur.
"Sekprov itu harus selalu siaga, jadi harus berbagi soal waktu," ujarnya.
Rencananya dalam waktu dekat, ia akan berpamitan dengan Gubernur DIY Hamengku Buwono X. Namun sebelumnya ia juga telah bertemu dengan HB X dan menyinggung soal masa pensiunnya yang tinggal hitungan hari yakni 31 Mei tahun ini. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin