Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Empat Bulan, Dinas Damkarmat Kota Jogja Catat 19 Kejadian Kebakaran, Ini Mayoritas Penyebabnya

Iwan Nurwanto • Jumat, 30 Mei 2025 | 18:45 WIB
Kebakaran terjadi di dalam area SPBU Gedongtengen, Jalan Letjen Suprapto, Kota Jogja Selasa (27/5). Peristiwa tersebut menyebabkan delapan orang terluka.
Kebakaran terjadi di dalam area SPBU Gedongtengen, Jalan Letjen Suprapto, Kota Jogja Selasa (27/5). Peristiwa tersebut menyebabkan delapan orang terluka.

JOGJA - Kejadian kebakaran di Kota Jogja terbilang masih cukup sering. Selama kurun waktu empat bulan terakhir saja, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja sudah mencatat ada belasan kasus.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Jogja Taokhid mengatakan, dari bulan Januari hingga Mei 2025 tercatat sudah ada 19 kasus kebakaran. Mayoritas kebakaran terjadi di wilayah permukiman atau menimpa bangunan di Kota Jogja. Serta diketahui paling banyak disebabkan korsleting listrik.

Taokhid menyebut, penyebab korsleting pun rata-rata dikarenakan keteledoran manusia atau human error. Misalnya menggunakan satu stop kontak listrik untuk banyak perangkat. Sehingga membuat beban stop kontak menjadi berat dan menimbulkan panas berlebih.

Kemudian juga karena penggunaan peralatan listrik yang tidak sesuai standar. Lalu berdampak pada meningkatnya resiko kebakaran karena bahan, desain, dan kualitas peralatan maupun kabelnya yang kemungkinan tidak aman.

“Oleh sebab itu kami intens melakukan edukasi kepada masyarakat,” ujar Taokhid, Jumat (30/5/2025).

Dia menyatakan, bahwa saat ini Pemkot Jogja juga tengah berupaya membangun ekosistem keselamatan kebakaran. Hal tersebut dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak seperti pemerintah, para pelaku usaha hingga masyarakat secara langsung.

Taokhid menyatakan, sebagai upaya mewujudkan ekosistem aman kebakaran di Kota Jogja, pihaknya sudah memiliki program 100 Hari 100 APAR. Bentuknya berupa pemberian alat pemadam api ringan (APAR) kepada lembaga RT dan RW di Kota Jogja.

Baca Juga: Luna Maya Serahkan Jabatan “Presiden Jomblo Republik Indonesia” ke Raline Shah: Jomblo Butuh Inspirasi!

Program tersebut juga turut menggandeng para pelaku usaha dengan memberi donasi berupa APAR. Sampai saat ini total ada 17 perusahaan di Kota Jogja yang terlibat dalam program tersebut. Sementara jumlah APAR yang didonasikan sebanyak 137 buah.

Taokhid pun menegaskan, pihaknya menarget seluruh RT di Kota Jogja yang jumlahnya mencapai sekitar 2.534 titik bisa memiliki minimal satu APAR. Sehingga terbangun budaya siaga kebakaran. Sebab penanganan awal sangat penting sebelum tim pemadam tiba di lokasi.

“Kami menarget dalam lima tahun ke depan, setiap RT di Kota Yogyakarta dapat memiliki minimal satu unit APAR,” terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, pihaknya juga mendorong agar ada konsep gotong royong dalam penanganan dampak kebakaran. Misalnya seperti sudah dilakukan di rumah korban kebakaran di RT.20/RW.06 Kampung Kadipaten Kulon, Kraton.

Mantan Bupati Kulonprogo periode 2011-2019 itu menyebut, konsep gotong royong menjadi kunci penanganan kebakaran karena pemerintah hanya mampu membantu sekitar sepertiga. Sedangkan 70 persen sisanya berasal dari iuran masyarakat dan warga yang bersangkutan.

“Kedepan kami ingin menyediakan satu RT satu APAR untuk pemadam kebakaran. Supaya di gang-gang sempit bisa ada backup system untuk security-nya,” tegas Hasto. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #gotong royong #Damkarmat Kota Jogja #Kebakaran #Damkarmat