JOGJA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) genap berusia 75 tahun. Untuk wilayah DIY, upacara peringatannya dipusatkan di Balai Kota Jogja pada Rabu (28/5/2025). Sejumlah atensi pun disampaikan oleh kepala daerah setempat.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, menjaga ketertiban umum dan melindungi masyarakat merupakan bagian dari pelayanan dasar pemerintah kepada masyarakat. Oleh karena itu, pada momentum HUT Satpol PP ke-75 dan HUT ke-63 Linmas dirinya meminta agar dua lembaga tersebut bisa menciptakan wilayah yang aman.
Hasto menilai, tantangan bagi personil Satpol PP dan Linmas di Kota Jogja saat ini adalah pencegahan sampah liar yang harus diperkuat. Kemudian juga bagaimana mengantisipasi adanya sampah fisik dan visual pada kawasan prioritas seperti sumbu filosofi.
“Sumbu filosofi yang menjadi prioritas harus bersih dari berbagai bentuk sampah,” ujar Hasto, Rabu (28/5/2025).
Selain masalah itu, mantan Bupati Kulonprogo periode 2011-2019 itu juga menekankan tentang pentingnya pencegahan permasalahan sosial. Sebab kondisi Kota Jogja yang merupakan kawasan perkotaan yang rawan dengan gangguan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) serta pengamen dan pengemis.
Bahkan tidak sedikit tindakan dari orang yang masuk kategori tersebut meresahkan masyarakat dan wisatawan. Misalnya yang pernah terjadi seperti aktivitas pengamen dan pengemis yang memaksa orang untuk memberi mereka uang di kawasan Malioboro.
Oleh karena itu, Hasto mendorong agar permasalahan seperti ODGJ dan pengemis jalanan yang meresahkan harus bisa diatasi oleh Satpol PP Kota Jogja. Selain itu, juga permasalahan lain yang tidak kalah penting adalah mengatasi pemulung.
Menurut dia, pemulung yang sering beraktivitas di pemukiman masyarakat harus ditertibkan. Sebab kebijakan pemerintah Kota Jogja sudah mewajibkan pengelolaan sampah dilakukan oleh penggerobak atau transporter yang bertugas pada tingkat RT dan RW.
“Itu adalah tantangan dan tugas yang tidak mudah bagi Satpol PP,” tegas Hasto.
Selain memperingati HUT Satpol PP dan Linmas, dalam kegiatan yang sama juga dilakukan peringatan HUT ke-106 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) tingkat DIY. Hasto berpesan, agar petugas pemadam kebakaran (damkar) selalu mengutamakan mitigasi bencana kebakaran di Kota Jogja.
Mantan Kepala BKKBN periode 2019-2024 itu juga mendorong agar Dinas Damkarmat Kota Jogja rutin memberi pelatihan kepada masyarakat. Terlebih bagi pemilik usaha maupun pengelola tempat yang berisiko tinggi mengalami kebakaran.
“Inspeksi secara rutin penerapan SOP pencegahan kebakaran juga wajib dilakukan,” tegas Hasto.
Sementara itu, Kepala Dinas Damkarmat Kota Jogja Taokhid menyatakan, pihaknya berkomitmen terus memperkuat sinergi. Baik itu dengan masyarakat, pelaku usaha, komunitas untuk meningkatkan ekosistem ketahanan keselamatan dan pencegahan kebakaran.
Menurut Taokhid, kolaborasi pemerintah dengan stakeholder perlu terjalin dengan baik. Sehingga upaya penanganan maupun pencegahan kebakaran di wilayah bisa berjalan optimal.
“Begitu juga dengan peningkatan kapasitas personil kami,” katanya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin