JOGJA - Puskesmas Gedongtengen menangani tujuh orang dari total delapan korban kebakaran SPBU Jalan Letjen Suprapto pada Selasa (27/5/2025). Mayoritas korban diketahui sudah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan.
Kepala Puskesmas Gedongtengen Tri Kusuma Bawono mengatakan, ada tujuh orang korban ledakan SPBU yang sempat dirawat pihaknya. Para korban mayoritas mengalami luka ringan karena terkena dampak ledakan.
Adapun identitas korban yang dirawat di antaranya Condro,56 warga Pringgokusuman mengalami luka ringan, Budi Santoso;39 mengalami luka ringan, Sujan;54 warga Magelang mengalami luka ringan, Tri Waryati;48 warga Pringgokusuman mengalami luka ringan, Titik Riyanti;42 mengalami luka ringan, dan Ardian Wahyu Atmaja;40 warga Gondokusuman.
Baca Juga: Bibit dan Sekolah Vokasi UNS Teken MoU, Dorong Mahasiswa Melek Investasi dan Keuangan Digital
Selain itu, ada satu korban bernama Sunarto,52 yang sempat dirawat namun kemudian dirujuk ke RS PKU Muhammadiyah karena mengalami luka bakar pada bagian wajah. Dari total delapan korban, tujuh di antaranya sudah diperbolehkan pulang.
“Semua korban sudah pulang, kecuali yang dirujuk,” ujar Tri saat ditemui, Selasa (27/5/2025).
Tri juga merinci bentuk tindakan yang dilakukan pihaknya terhadap para korban. Untuk korban bernama Budi Santoso yang diketahui seorang karyawan SPBU mendapat tiga jahitan di kepala. Lalu korban bernama Titik Riyanti seorang pegawai kantin mendapat satu jahitan di kaki.
Kemudian korban bernama Tri Waryati seorang karyawan SPBU mendapatkan tiga jahitan di kepala. Lalu Sujani seorang pembeli mengalami luka bakar grade satu.
Kemudian korban Candra seorang warga yang bertempat tinggal di dekat SPBU mengalami luka lecet di kepala, lalu korban Adrian seorang karyawan SPBU mengalami luka lecet di tangan. Kemudian seorang pembeli bernama Faizol mengalami luka lecet di kaki dan nyeri pinggang karena terpental.
“Untuk korban Sunarto seorang karyawan SPBU mengalami luka bakar grade dua dan sesak nafas, sehingga dirujuk RS PKU Muhammadiyah,” terang Tri. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin