JOGJA - Usai menyelesaikan tumpukan sampah pada depo-depo, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kini menaruh atensi lebih terhadap pembuangan sampah ke sungai.
Pemasangan jaring sampah pun dilakukan agar sampah dari hulu bisa dicegah masuk ke perkotaan.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, jaring sampah atau floating trash barrier itu telah terpasang sebanyak empat titik pada aliran sungai di Kota Jogja.
Fungsi dari alat tersebut tidak lain menahan sampah yang mengambang dari hulu sungai agar tidak masuk ke aliran air di wilayah Kota Jogja.
Sebagaimana diketahui, hulu sungai yang mengalir ke Kota Jogja berasal dari kabupaten Sleman.
Artinya, fungsi floating trash barrier tersebut untuk menghalau sampah yang kemungkinan dibuang ke sungai oleh masyarakat dari luar Kota Jogja. Adapun jaring sampah itu resmi diaplikasikan selama empat hari terakhir.
Kemudian empat jaring sampah milik Pemkot Jogja telah terpasang di Sungai Code, Winongo, dan Gajah Wong.
Kedepan alat tersebut juga akan ditambah pemasangannya untuk wilayah hilir. Sehingga sampah dari Kota Jogja tidak masuk ke kabupaten Bantul.
“Saya juga memiliki komitmen untuk berkomunikasi dengan bupati Sleman dan bupati Bantul untuk benar-benar mengamankan permasalahan sampah secara serius,” ujar Hasto, Jumat (23/5/2025).
Selain memasang alat penghalau sampah, Mantan Bupati Kulonprogo periode 2011-2019 itu juga akan menyiagakan petugas pembersih sampah sungai atau ulu-ulu pada tiap jaring sampah.
Baca Juga: PLUT Kulon Progo Bakal Jadi UPT, Layani UMKM Lebih Optimal: Disiapkan Jadi Sentra Pendampingan UMKM
Sehingga sampah yang menumpuk di aliran sungai bisa diangkut untuk diolah di unit pengolahan sampah milik pemkot.
Menurut Hasto, potensi sampah sungai yang terjaring terbilang cukup besar.
Sehingga dengan program jaring sampah kemungkinan menjadi keuntungan bagi ekosistem biota air. Lantaran kondisi sungai akan lebih bersih.
Baca Juga: DPRD Kebumen Dorong Lahirnya Perda Kesejahteraan Lansia, Targetkan Bisa Selesai Tahun Ini
Namun senyampang dengan program tersebut masyarakat juga akan terus diedukasi agar tidak membuang sampah sembarangan di aliran sungai.
“Harapannya dengan program jaring sampah dan edukasi timbulan sampahnya semakin berkurang,” kata Hasto.
Sebelumnya, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Very Tri Jatmiko menyampaikan, kedapan seluruh sungai di Kota Jogja akan terpasang jaring sampah.
Alat itu berfungsi untuk mencegah sampah dari hilir menuju muara dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Tidak ada kriteria khusus untuk pemilihan lokasi, karena rencana semua sungai di Kota Jogja akan ada trash barrier,” beber Verry. (inu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita