Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Batik Segoro Amarto Reborn Diluncurkan, ASN hingga Pelajar SD-SMP Wajib Kenakan usai Ada Perwal: Hasto Sebut Jangan Kaitkan dengan Politik Praktis

Iwan Nurwanto • Jumat, 23 Mei 2025 | 03:34 WIB

 

MOTIF BARU: Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat meluncurkan motif batik segoro amarto reborn di Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Yogyakarta, Kamis (22/5/2025).
MOTIF BARU: Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat meluncurkan motif batik segoro amarto reborn di Pusat Desain Industri Nasional (PDIN) Yogyakarta, Kamis (22/5/2025).

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja resmi meluncurkan motif batik khas baru bernama Segoro Amarto “Reborn”.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menekankan peluncuran ini murni bentuk penghargaan terhadap kreativitas seniman lokal, bukan agenda politik praktis.

“Batik itu merupakan satu karya, sehingga jangan dikait-kaitkan dengan masalah politik. Sentimental terhadap golongan, jangan,” ujar Hasto kepada wartawan, Kamis (22/5).

Pernyataan itu sekaligus menyinggung pengalamannya saat menjabat Bupati Kulon Progo, ketika motif batik Geblek Renteng yang lahir dari sayembara dikaitkan dengan kepentingan politik.

Bahkan di bawah kepemimpinan Bupati Agung Setyawan, motif itu ditanggalkan dan diganti dengan Pare Anom, yang disebut-sebut lebih sesuai dengan selera Ngarsa Dalem.

“Motif Geblek Renteng bukan keinginan saya pribadi, itu hasil kurasi,” ujarnya.

Dia pun memastikan dalam proses desain maupun pembuatan batik Segoro Amarto Reborn juga tanpa intervensi eksekutif.

Artinya, proses pemilihannya benar-benar dilakukan oleh kurator yang berkompeten.

Batik tersebut merupakan kreativitas seniman sebagai bagian penanda wilayah. Guna menegaskan hal tersebut, dia juga telah mendaftarkan motif batik motif tersebut dalam hak kekayaan intelektual (HAKI).

Selain itu, Pemkot Jogja juga tengah menyusun peraturan wali kota agar motif ini wajib dikenakan sebagai seragam ASN Pemkot Jogja dan seragam sekolah tingkat SD hingga SMP.

“Paling tidak awal Juni sudah bisa terpakai. Kalau SMA masih harus berkoordinasi dengan Pemda DIY, karena secara administrasi merupakan kewenangan provinsi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Jogja Tri Karyadi Riyanto menyampaikan, HAKI batik Segoro Amarto Reborn sudah dimiliki sepenuhnya.

Sehingga produksinya benar-benar diawasi dan hanya boleh dilakukan oleh mitra Pemkot Jogja.

Kepemilikan HAKI atas motif batik itu juga bertujuan mengantisipasi adanya pembajakan besar-besaran.

Sebab pemkot memiliki misi agar produksi batik Segoro Amarto Reborn bisa meningkatkan perekonomian perajin lokal.

Adapun motifnya memiliki simbol utama berupa tugu pal putih. Kemudian juga disisipi lambang pena sebagai penanda Kota Jogja merupakan kota pelajar. Motif tersebut dinilai oleh enam kurator yang berasal dari budayawan, akademisi, dan praktisi.

“Tidak boleh diproduksi printing secara massal. Bisa kita somasi, karena sudah ada HAKI-nya,” tegas Totok. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#batik segoro amarto #hasto wardoyo #Segoro Amarto Reborn #Motif Geblek Renteng #Pemkot Jogja #motif segoro amarto #politik praktis #peluncuran motif batik