JOGJA - Pendidikan yang adil dan baik bagi masyarakat menjadi perhatian serius bagi Anggota Komisi D DPRD Kota Jogja Endro Sulaksono. Oleh karena itu, politisi PDI Perjuangan itu mendorong agar pemerintah benar-benar mengoptimalisasi berbagai layanan di bidang pendidikan.
Endro mengatakan, predikat Jogjakarta sebagai Kota Pendidikan sudah seharusnya dijaga. Sehingga berbagai upaya agar bidang pendidikan di Kota Jogja bisa meningkat dan lebih baik lagi merupakan hal wajib yang dilakukan oleh pemerintah.
Endro menilai, pendidikan adalah pilar utama kemajuan suatu daerah. Sehingga akses terhadap pendidikan merupakan hak setiap warga negara.
“Kita tidak bisa berbicara tentang kemajuan kota jika masih ada kesenjangan dalam akses dan kualitas pendidikan," ujar Endro Rabu (21/5).
Baca Juga: Bukan Tempat Pangkas Rambut, Cukur Gundul Jadi Komunitas Edukasi AI dan Digitalisasi di Gunungkidul
Dalam upaya peningkatan bidang pendidikan, dia mendorong pemkot agar memastikan seluruh lapisan masyarakat bisa mendapatkan akses untuk bersekolah. Tidak terkecuali bagi anak-anak yang masuk kategori miskin dan disabilitas.
Endro pun mendesak agar pemerataan fasilitas pendidikan bisa terwujud. Sebab tidak menutup kemungkinan, di wilayah pinggiran Kota Jogja ada sekolah yang fasilitasnya masih tergolong kurang untuk kegiatan belajar mengajar.
Misalnya dari gedung kurang layak, belum tersedianya buku yang lengkap, hingga akses teknologi belum relevan dengan perkembangan zaman. Sehingga pemerintah perlu melakukan pemerataan secara menyeluruh untuk melihat kondisi sebenarnya.
Selain itu, Endro juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas guru. Sebab guru atau tenaga pengajar merupakan garda terdepan dalam mencetak generasi emas di Kota Jogja. “Optimalisasi layanan pendidikan diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam melahirkan generasi emas,” bebernya.
Baca Juga: Datangi Pabrik, Pegawai PT. Mataram Tunggal Garment Berdoa Bersama untuk Rumah Kedua Mereka
Menurutnya, pemkot harus serius dalam meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan guru. Seperti melalui program pelatihan yang berkelanjutan, sertifikasi, hingga jaminan kesejahteraan.
Sebab, lanjutnya, faktor-faktor tersebut akan sangat berpengaruh pada motivasi dan kualitas pengajaran. Dia pun menyarankan, ada mekanisme evaluasi berkala untuk memastikan standar kualitas pengajaran terus terjaga.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah aspek transparansi anggaran dan pemberian beasiswa. Sebab jika transparansi terbangun maka kepercayaan masyarakat dalam pengelolaan dana pendidikan akan meningkat. Kemudian beasiswa bagi siswa kurang mampu juga akan menjadi bekal bagi masa depan mereka.
“Yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, keterampilan yang relevan, dan semangat kepemimpinan untuk membawa kota ini ke arah yang lebih baik,” tandas Endro. (*/inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita