Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Makanan Berlebih dari Hotel hingga Kampus di Kota Jogja Disalurkan ke Masyarakat Membutuhkan

Iwan Nurwanto • Kamis, 22 Mei 2025 | 01:55 WIB
Lumbung Mataraman menyalurkan makanan berlebih di Kota Jogja
Lumbung Mataraman menyalurkan makanan berlebih di Kota Jogja

 

JOGJA – Taka da makanan yang dibuang sia-sia dan taka da warga yang kelaparan. Semangat itu yang disampaikan Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dengan meresmikan Sekretariat Lumbung Mataraman di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja pada Rabu (21/5).

 

Usaha perhotelan, toko jejaring, katering, hingga perguruan tinggi yang pada hari itu memiliki makanan yang berlebih akan dikirim ke Lumbung Mataraman. Nantinya, pemkot yang mendistribusikan makanan berlebih kepada masyarakat yang membutuhkan.

 Baca Juga: Kematiannya di Kebuman Janggal, Makam Kepala SDN Bringin 1 Magelang Dibongkar Polisi

“Lumbung Mataraman merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan makanan dan bahan makanan berlebih atau food rescue,” ungkap Hasto. “Sekaligus mengurangi kebiasaan membuang-buang makanan atau food waste di tengah banyaknya masyarakat yang membutuhkan.”

 

Dijelaskannya, dalam program Lumbung Mataraman sektor-sektor usaha tersebut nantinya akan membantu suplai makanan berlebih ke sekretariat Lumbung Mataraman. Kemudian diawasi dan dikelola oleh DPP Kota Jogja sebelum didistribusikan.

 Baca Juga: Bruno Fernandes: Memenangkan Europa League Akan Mencerahkan Masa Depan Manchester United

Wali kota dengan latar belakang dokter itu menyebut, distribusi makanan berlebih yang terkumpul di Lumbung Mataraman akan menyasar masyarakat yang membutuhkan.

Misalnya warga miskin, lansia, dan penyandang disabilitas. Prosesnya pun akan langsung dikirimkan ke tempat-tempat tinggal penerima. “Ini juga bagian dari pemkot untuk melengkapi program bapak Presiden. Supaya kita itu punya ketahanan pangan yang baik,” ujar Hasto.

 

Diakui Hasto, kondisi geografis di Kota Jogja juga tidak mungkin untuk menanam atau memproduksi bahan pangan sendiri. Oleh karena itu, melalui konsep kerjasama dengan sektor usaha itu diharapkan dapat membantu kebutuhan pangan masyarakat yang selama ini kesusahan.

 Baca Juga: Pembuangan Sampah di Bantul Meningkat 5 sampai 6 Persen, Ini Solusi Pemerintah untuk Mengatasinya

Potensi makanan berlebih di Kota Jogja sejatinya juga cukup besar. Misalnya dari sektor perhotelan dan restoran yang selama ini rutin memproduksi makanan untuk wisatawan. Kemudian juga konsumsi berlebih dari kegiatan-kegiatan perkantoran. “Kemarin saja kami mengerahkan teman-teman Korpri sudah 1.000 roti bisa terkumpul,” terang Hasto.

 

Kepala DPP Kota Jogja Sukidi menyampaikan, pasca-peresmian Sekretariat Lumbung Mataraman pihaknya langsung mendistribusikan 100 pak bahan pangan yang berasal dari mitra. Untuk distribusinya dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional Kota Jogja.

 Baca Juga: Prediksi Al Wehda vs Al Hilal Saudi Pro League Kamis 22 Mei Kick Off 01.00, H2H dan Susunan Pemain, Siapa Pemenangnya?

Sukidi yang juga mengetuai Sekretariat Lumbung Mataraman ini memastikan, sebelum didistribusikan kepada penerima pihaknya akan melakukan pengawasan. Sehingga makanan atau bahan pangan yang diterima benar-benar dalam kondisi layak.

 

Dia pun menyatakan, bahwa kapasitas Lumbung Mataraman juga cukup besar untuk menampung bahan pangan maupun makanan jadi dari mitra. Selain itu fasilitas seperti cool storage, boks makanan, lemari pendingin hingga petugas pengawas juga sudah tersedia di gedung sekretariat. “Kami juga menyampaikan bahwa ini bukan makanan sisa, tapi makanan berlebih,” tegas Sukidi. (*/inu/pra)

 

Editor : Heru Pratomo
#makanan #roti #Sukidi #Hasto #Food waste #hasto wardoyo #Hotel #100harihastowawan #dpp #Food Bank #Lumbung Mataraman