Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ciptakan Generasi Emas, Pemkot Jogja Tekankan Pentingnya Kolaborasi Keluarga dan Pengasuh Anak

Iwan Nurwanto • Selasa, 20 Mei 2025 | 19:27 WIB
Ilustrasi seorang ibu sedang mengasuh anaknya.
Ilustrasi seorang ibu sedang mengasuh anaknya.

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menekankan pentingnya kolaborasi keluarga dan pengasuh anak dalam menciptakan generasi emas.

Sehingga kegiatan pelatihan bagi pengasuh Tempat Penitipan Anak (TPA) agar bisa menggandeng orang tua pun dilakukan.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja Sarmin mengatakan, usia anak dari umur satu hingga lima tahun merupakan masa penting.

Sebab periode tersebut merupakan masa keemasan pertumbuhan anak dan wajib mendapatkan perhatian khusus.

Sarmin menekankan, pengetahuan serta keterampilan orang tua dalam mengasuh anak merupakan hal yang harus dimiliki.

Kendati demikian, fenomena saat ini memang tidak semua orang tua bisa terus mendampingi anaknya untuk tumbuh.

Sehingga alternatif yang bisa dilakukan pun hanya dengan menitipkan anaknya pada pengasuh atau TPA.

Oleh karena itu, pihaknya menyelenggarakan kegiatan kelas orang tua hebat bagi pengasuh TPA.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (19/5/2025) dengan menggandeng Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan DIY.

“Peningkatan kompetensi pengasuh yang tersertifikasi dan terstandar menjadi satu kebutuhan yang tidak terelakkan,” ujar Sarmin, Selasa (20/5/2025).

Ketua Tim Kerja Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Perwakilan DIY Mustikaningtyas menyatakan, di Kota Jogja terdapat 47 TPA.

Dari jumlah itu ada dua TPA yang menjadi percontohan tentang bagaimana mengelola dan program pengasuhan yang baik.

Menurut Mustikaningtyas, dengan kehadiran dua TPA percontohan itu diharapkan TPA lain bisa ikut menerapkan pola pengasuhan yang sudah dilakukan.

Misalnya tentang bagaimana menciptakan TPA menjadi lingkungan yang aman dan terkontrol.

Serta membantu anak belajar berinteraksi dengan teman sebaya, serta mendukung perkembangan sosial dan emosional mereka.

Guna mendukung hal tersebut, pemerintah telah memiliki program dalam meningkatkan kualitas dan layanan TPA di Indonesia.

Program tersebut menyasar pengasuh dan pengelola TPA yang tersertifikasi.

Para pengasuh dilatih untuk melakukan pemantauan pertumbuhan anak secara periodik.

Sekaligus dapat mendorong ningkatan keterlibatan orang tua atau keluarga dalam pengasuhan melalui integrasi layanan rujukan.

Dia menyebut, bahwa kehadiran TPA sejatinya hanya untuk mendukung kesejahteraan ibu dan akan.

Sebab fenomena saat ini partisipasi perempuan dalam dunia kerja cukup besar.

Kondisi itu tentu membuat seorang ibu tidak bisa terus menerus mendampingi tumbuh kembang anaknya.

Meskipun sudah ada TPA, Mustikaningtyas tetap meminta agar orang tua tidak kemudian menyerahkan sepenuhnya pengasuhan anak kepada pengasuh.

Sebab untuk menciptakan anak sebagai generasi emas perlu kolaborasi orang tua dengan pengasuh.

“Orang tua yaitu ibu dan ayah juga harus punya kemampuan yang baik dalam mengasuh anak, tidak begitu saja menyerahkan ke pengasuh di TPA,” tegasnya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#kolaborasi #Kota Jogja #keluarga #Generasi Emas #pengasuh anak