Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DIY Target Bebas DBD Juni 2025, Hasto: Penyebaran di Kota Jogja Rawan Terjadi Saat Musim Pancaroba dan Tempat Tidak Terduga

Iwan Nurwanto • Senin, 19 Mei 2025 | 21:41 WIB

 

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan jajaran pemerintah kabupaten/kota saat mencoba efektivitas produk pencegah gigitan nyamuk pada Senin (19/5/2025).
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan jajaran pemerintah kabupaten/kota saat mencoba efektivitas produk pencegah gigitan nyamuk pada Senin (19/5/2025).

JOGJA - Pemerintah provinsi (Pemprov) DIY menargetkan bebas kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada bulan Juni 2025.

Upaya untuk mewujudkan hal tersebut pun dilakukan melalui kolaborasi dengan perusahaan swasta dan pemerintah.

Adapun wujud kolaborasi yang dilakukan dilakukan kerjasama antara pemerintah dengan Enesis Group.

Bentuk kegiatannya bertajuk kick off gerakan Bebas Nyamuk Keluarga Sehat dan Bebas DBD yang diselenggarakan pada salah hotel di Yogyakarta, Senin (19/5/2025).

Dalam salah satu rangkaian kegiatan ada pelatihan kader jumantik di DIY.

Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie mengatakan, hingga bulan Maret 2025 pihaknya mencatat ada 1.135 kasus DBD dengan jumlah kematian 0,1 persen.

Jika melihat data tersebut angka fatalitas DBD di Yogyakarta memang terbilang cukup rendah.

Meskipun tingkat kematian rendah, Pembajun memastikan upaya pengentasan kematian akibat DBD di Yogyakarta tetap menjadi prioritas.

Terlebih pada wilayah-wilayah perbatasan. Misalnya kabupaten Kulonprogo yang berbatasan dengan Purworejo, Jawa Tengah.

Baca Juga: Sinarengan Nyawiji Ning Rasa : Merayakan 11 Tahun Dedikasi Crystal Lotus Hotel Yogyakarta

Oleh karena itu, dia berharap melalui kegiatan pelatihan 500 kader jumantik tersebut bisa menjadi salah satu bagian pengentasan DBD di Yogyakarta.

Sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat.

“Program ini ditujukan untuk menjangkau 50.000 warga melalui edukasi door to door."

"Terhitung dari tanggal 20-24 Juni 2024 di kemantren Mantrijeron, Umbulharjo, Prambanan, dan Wonosari,” ujar Pembajun di sela kegiatan.

CEO Enesis Group Aryo Widiwardhono menyatakan, bentuk kegiatan yang dilakukan pihaknya dengan pemerintah nantinya akan berupa pemberian informasi tentang gerakan 3M Plus.

Dalam kegiatan itu masyarakat juga akan diberikan produk-produk pencegah gigitan nyamuk.

Aryo menyatakan, bahwa dalam kegiatan itu pihaknya juga melakukan edukasi kepada masyarakat hingga tingkatan rumah tangga.

Sehingga diharapkan keluarga bisa menjadi benteng pertama pencegahan DBD.

“Edukasi ini kami harapkan ke tingkat rumah tangga agar kesadaran terhadap DBD menjadi bagian dari keseharian,” katanya.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai, edukasi kepada masyarakat menjadi unsur penting mewujudkan pencegahan DBD yang efektif.

Baca Juga: Selain Bantul, Perusakan Makam Non Muslim Juga Terjadi di Kotagede Kota Jogja, Begini Keterangan Warga

Oleh karena itu, dia berharap agar ada kombinasi pendekatan tradisional dan inovatif.

Dalam kegiatan tersebut, Sultan diketahui juga sempat mencoba produk lotion anti nyamuk.

Raja Yogyakarta itu nampak memasukkan tangannya untuk mengetes efektivitas produk yang dikeluarkan oleh Enesis Group.

“Ketika masyarakat teredukasi, pencegahan jadi efektif,” terang Sultan.

Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, bahwa kasus DBD di Kota Jogja cenderung perlu diwaspadai ketika musim pancaroba.

Dia pun mengingatkan agar peran jumantik bisa dimaksimalkan.

Disamping itu potensi perkembang biakan nyamuk pada tempat yang tidak terduga seperti pelepah pisang juga perlu menjadi perhatian.

Sebab berpotensi menjadi tempat genangan air.

“Masa transisi menjadi perhatian kami, karena ketika penghujan kasusnya justru tidak banyak” tegas Hasto.(inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #berdarah #pancaroba #Dengue #Hamengku Buwono X #hasto wardoyo #walikota jogja #demam