JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengidentifikasi adanya aktivitas peningkatan awan hujan.
Itu karena suhu muka laut dalam skala harian maupun mingguan terpantau hangat. Pun diprediksi kondisi cuaca yang tidak menentu berpotensi terus terjadi dalam beberapa hari ke depan
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, berdasarkan hasil analisis atmosfer suhu berkisar antara 28 hingga 31 derajat celcius dengan anomali nol sampai dengan satu derajat celcius.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan suplai air ke atmosfer. Sehingga mendukung pertumbuhan awan.
Selain itu, juga terjadi pola sirkulasi siklonik di Samudera Hindia yang berada di barat daya Pulau Sumatera dan perairan sekitar Maluku.
Hal itu menyebabkan perlambatan kecepatan angin di sebagian besar Pulau Jawa termasuk DIY. Serta berdampak pada potensi pertumbuhan awan hujan.
Baca Juga: Puluhan Bisnis Kreatif Bertemu Investor di GIK UGM, Investor Asing Lirik Usaha Kuliner Premium Jogja
Kemudian, kelembaban udara di wilayah DIY pada lapisan 850-500 mb berkisar antara 60-90 persen. Serta untuk labilitas atmosfer secara umum bervariasi pada kategori sedang hingga kuat.
“Kondisi-komdisi tersebut mengindikasikan adanya potensi pembentukan awan konvektif bersifat lokal dan tidak merata di wilayah DIY,” ujarnya, Minggu (18/5/2025).
Dia meminta, masyarakat tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem. Khususnya berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Sebab kondisi seperti itu dapat menimbulkan berbagai bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, puting beliung, hingga pohon tumbang.
Warjono pun telah memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
Di antaranya pada 18 Mei 2025 ada potensi hujan sedang hingga lebat di Kota Jogja, Sleman, Kulon Progo bagian utara-tengah, Bantul bagian utara-tengah, dan Gunungkidul bagian utara-tengah.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, 27 Kasus Antraks Ditemukan: DPKH Minta Hewan Kurban Harus Dilengkapi SKKH
Kemudian untuk 19 Mei 2025 ada potensi hujan sedang hingga lebat di Kota Jogja, Sleman, Kulon Progo bagian utara-tengah, Bantul bagian utara-tengah, dan Gunungkidul bagian utara-tengah.
Serta potensi hujan sedang hingga lebat di Kota Jogja, Sleman, Kulon Progo bagian utara-tengah, Bantul bagian utara-tengah, dan Gunungkidul bagian utara-tengah pada 20 Mei 2025.
“Kami imbau waspada, terutama bagi masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” imbaunya.
Terpisah, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Darmanto menyampaikan, Kota Jogja merupakan wilayah rawan longsor dan banjir karena dilintasi sungai-sungai besar.
Oleh karena itu, dia meminta agar masyarakat yang tinggal di bantaran sungai meningkatkan kewaspadaan.
Darmanto membeberkan, sejak awal tahun 2025 sudah ada puluhan bencana hidrometeorologi yang terjadi di Kota Jogja.
Meliputi tanah longsor, pohon tumbang, hingga bangunan roboh. Sehingga wajib bagi masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca.
“Selain itu penting juga melakukan langkah mitigasi secara mandiri di lingkungan tempat tinggal masing-masing," imbuh Darmanto. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita