JOGJA - Dinas Pariwisata (Dinpar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendukung identitas lokal Jogja untuk disematkan dalan karakter atau cerita pada komik.
Wadah para komikus tersebut salah satunya melalui perlhelatan Comic Paradise (Comipara) 4 hang digelar di Jogja Expo Center (JEC) 17-18 Mei 2025.
"Kita harus punya karakter sendiri, cerita sendiri, dan simbol sendiri."
"Misalnya blangkon, itu bisa dijadikan elemen kuat dalam desain karakter komik," ujar Kepala Dinpar DIY Imam Pratanadi, Minggu (18/5/2025).
Ide tersebut muncul karena blangkon merupakan busana penutup kepala tradisional Jawa.
Ia membayangkan kearifan lokal tersebut berpotensi menjadi visual ikonik menarik dalam komik Indonesia.
Selain itu juga sekaligus menjadi cara diplomasi budaya Indonesia melalui komik.
"Bayangkan tokoh pahlawan muda memakai blangkon dengan gaya modern, tetap keren di mata milenial, tapi tidak meninggalkan akar budayanya," tuturnya.
Menurutnya komik merupakan media strategis dalam diplomasi budaya.
Faktanya Jepang adalah negara yang berhasil dalam melakukan strategi tersebut.
Budaya-budaya hingga makanan Jepang mampu menembus pasar internasional dan digemari khalayak ramai.
“Kami ingin menjadikan komik sebagai jembatan budaya."
"Dari Jogja, dari Indonesia, untuk dunia," jelasnya.
Ia berharap, dengan acara semacam itu bisa mendorong para komikus Indonesia untuk menyematkan budaya Indonesia dalam setiap karyanya.
Ia yakin, Indonesia juga bisa mengikuti jejak itu jika mampu membangun narasi yang kuat dan konsisten dalam karya-karya komik lokal.
"Kita harus jadi tuan rumah di negeri sendiri."
"Komik Indonesia harus punya panggung di rumahnya sendiri, dan dari sana, baru kita bicara dunia," paparnya.
Kegiatan tersebut diikuti oleh puluhan komikus muda dari berbagai daerah, mayoritas dari kalangan pelajar dan mahasiswa seni.
Beberapa komik buatan Indonesia yang dihadirkan dalam acara tersebut di antaranya Gundala, Sri Asih, Godam, Tira, Sembrani dan masih banyak lainnya.
Ketua Panitia Festival Comipara Fanny Aleutia menambahkan animo anak muda dalam acara tersebut relatif tinggi.
Sebut saja Comipara 1 yang dihadiri 4.800 pengunjung, kedua 7.000 pengunjung dan yang ketiga sebanyak 10.200 pengunjung.
"Target tahun ini, selama dua hari ini bisa 10.500 pengunjung," ujarnya.
Selain komikus lokal, acara tersebut juga menghadirkan komikus dari luar daerah hingga internasiona seperti Jepang dan sebagainya.
Acara tersebut juga jadi bagian dari upaya meningkatkan destinasi wisata kreatif unggulan di Jogja.
"Diharapkan Comipara menjadi wadah pertukaran ide dan kreativitas yang memperkuat ekosistem komik Indonesia," tuturnya. (Oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin