Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peringati Hari Menggambar Nasional, 56 Perupa Pamerkan 75 Karya di Museum Wahanantara Keraton Jogja

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 18 Mei 2025 | 03:10 WIB
MENARIK: Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Nitya Budaya Keraton Jogja GKR Bendara melihat karya-karya gambar dalam pameran Dwipantara di Museum Wahanantara
MENARIK: Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Nitya Budaya Keraton Jogja GKR Bendara melihat karya-karya gambar dalam pameran Dwipantara di Museum Wahanantara

RADAR JOGJA - Memperingati Hari Menggambar Nasional yang jatuh 2 Mei lalu, Komunitas GOART Indonesia menggelar pameran gambar bertajuk Dwipantara di Museum Wahanantara, Keraton Jogja. Dalam pameran kali ini, ada 75 karya dari 56 perupa yang dipamerkan.


Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan (KHP) Nitya Budaya Keraton Jogja GKR Bendara menjelaskan, tahun ini merupakan tahun kedua Keraton Jogja berkolaborasi dengan GOART dalam menyelenggarakan pameran. Keraton menyambut baik pameran gambar yang akan berlangsung hingga 1 Juni mendatang.

Baca Juga: Di Tengah Gempuran Teknologi Digital, Buku Atlas Masih Banyak Diminati Siswa SD dan SMP
"Feedback tahun lalu bagus, maka kami selalu membuka ruang untuk berkolaborasi. Museum ini memang ada ruangan yang tersedia untuk pameran," katanya saat membuka pameran kemarin (17/5) sore.


Putri bungsu Sultan Hamengku Bawono Ka 10 ini juga mengapresiasi gelaran pemeran kali ini. Harapannya kolaborasi ini tidak berhenti sampai di tahun ini saja. Keraton ingin pameran seperti ini bisa terus berlangsung di setiap tahunnya.

Baca Juga: SMPN 4 Banguntrapan Bantul Tetap Memilih Memanfaatkan Buku Atlas untuk Pembelajaran Geografi di Era Digital
"Semoga semakin tahun semakin besar dan harapannya juga karya-karyanya semakin banyak serta banyak pengunjung yang mengapresiasi," lontarnya.


Kurator pameran Hajar Pamadhi menjelaskan, tema Dwipantara dalam pameran ini diambil karena memiliki sebuah wawasan kebangsaan dengan mendasarkan kepada gagasan menyatukan pulau-pulau Nusantara. Selain itu, Dwipantara juga bertujuan memahami, menghayati, mengembangkan, mempertahankan serta memperjuangkan kekayaan hayati maupun sosial Indonesia sebagai objek material maupun formalnya. "Teman-teman ingin mengangkat betapa indahnya Nusantara itu," ungkapnya.

Baca Juga: Buku Atlas Jadi Kenangan Masa Kecil, Berimajinasi Jelajahi Bumi, Sering untuk Bermain Tebak-tebakan
Hajar menjelaskan, Dwipantara dalam pameran ini juga divisualkan dalam karya seni menggambar berbentuk representational art maupun nonrepresentational art. Dalam pameran kali ini ada beberapa langgam yang dibuat oleh para seniman, seperti realistik, realisme dan surealisme dengan menggarap objek material dengan teknik realis, dekoratif maupun vignetis, seperti mengangkat keindahan Jogjakarta, dan mengangkat peristiwa di Jogjakarta.

Baca Juga: Mengunjungi Salah Satu Top 10 Destinasi Wisata Jateng, Pantai Menganti. Nikmati Panorama Pantai Berselimut Bukit Kapur
Para perupa kali ini juga sengaja mengangkat cerita fiktif kemudian dikemas menjadi tampilan realis agar memberi nuansa abstraksionistik. Dari tampilan ini memunculkan karya gambar sebagai media mengutarakan gagasan, oleh karenanya gambar menjadi catatan kejadian kemudian disimpan sebagai memori. Lalu karya gambar yang ingin menceritakan lingkungan sekitar sebagai motivasi mengekspresikan lingkungannya.


"Hal ini untuk melatih kreativitas. Keyakinan tetap ada bahwa menggambar adalah proses kompleks. Setidaknya menghasilkan karya sebagai media memahami objek, mengolah objek agar orang mampu membaca estetika karya," cetus Hajar. (ayu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Sultan Hamengku Bawono Ka 10 #keraton jogja