RADAR JOGJA - Di tengah gempuran teknologi digital dan kemudahan mengakses peta daring, Buku Atlas tetap memiliki pesonanya tersendiri. Lebih dari sekadar kumpulan peta, atlas menjadi jendela komprehensif yang membuka wawasan tentang geografi, demografi, sejarah, bahkan kekayaan alam di berbagai belahan dunia.
Baca Juga: SMPN 4 Banguntrapan Bantul Tetap Memilih Memanfaatkan Buku Atlas untuk Pembelajaran Geografi di Era Digital
Perpustakaan dan sejumlah toko buku di Jogja juga masih menyediakan beragam koleksi atlas. Salah satunya Toko Buku Harapan Massa yang berada di Shopping Buku Jogja.
Menurut Oman, penjual buku Toko Buku Harapan Massa, permintaan terhadap atlas memang tidak setinggi buku-buku populer lainnya. Namun hingga kini masih selalu ada peminatnya.
"Sekarang masih ada pembelinya untuk Buku Atlas ini. Lumayan banyak yang beli. Kebanyakan pembelinya anak-anak, pelajar SD dan SMP," katanya saat ditemui Radar Jogja, Jumat (16/5).
Baca Juga: Dana Keistimewaan Dukung Berbagai Kegiatan Literasi dan IKAPI DIY, Matangkan Usulan Jogja Menuju Ibu Kota Buku Dunia
Selain masih ada peminatnya, ia juga menyatakan peredaran dari Buku Atlas sendiri masih terbilang cukup banyak di era digital saat ini. Sebab para siswa di sekolah masih ada yang membutuhkan Buku Atlas ini.
Oman menjelaskan, terdapat dua macam Buku Atlas. Yang satu berwujud buku berukuran kecil dan satunya lagi berukuran besar. Harganya juga masih terbilang sangat terjangkau bagi para pelajar. Buku Atlas ukuran kecil dipatok Rp 10 ribu, sedangkan yang besar Rp 30 ribu.
Baca Juga: Hasil RUPST BSI, Ketua PP Muhammadiyah Jadi Komisaris Utama dan Tetapkan Dividen Total Rp1,05 Triliun
Bagi Oman, Buku Atlas ini sangat membantu anak-anak dalam pelajaran. Sebab di dalam buku itu ada banyak materi yang komplet mengenai peta Indonesia dan dunia. Selain itu juga ada nama dan gambar negara seluruh dunia, tempat ibadah, pakaian adat, peta, tata surya dan berbagai macam peristiwa atau nama-nama bencana di dunia.
"Atlas bukan hanya buku, melainkan sebuah perjalanan imajinatif yang tak pernah usai," tandasnya. (ayu/laz)