RADAR JOGJA- Buku Atlas yang terdiri dari kumpulan peta-peta dengan dilengkapi informasi lainnya menjadi buku kenangan. Lantaran dulunya buku ini kerap ditemui dan dipakai di sekolah maupun rumah.
Salah seorang pengguna Buku Atlas Rosalia Setiawati mengaku akrab dengan buku berisi peta itu. Buku Atlas kerap digunakan di sekolah sebagai penghantar materi pelajaran.
Baca Juga: Mengunjungi Salah Satu Top 10 Destinasi Wisata Jateng, Pantai Menganti. Nikmati Panorama Pantai Berselimut Bukit Kapur
Biasanya selain buku paket, buku atlas menjadi pedoman guru untuk memperlihatkan bentang peta. "Sering digunakan dulu, utamanya saat SD dan SMP," ucap Rosalia, Jumat (16/5).
Ia menyampaikan, penggunaan atlas biasanya dibarengi dengan penjelasan guru. Utamanya saat mata pelajaran geografi. Dibutuhkan peta berukuran kecil yang cocok dibawa ke mana-mana.
Walaupun hanya berukuran kecil, Buku Atlas mampu merangkum kebutuhan pelajaran geografi. Lantaran isi buku telah disesuaikan berdasarkan wilayah benua, negara, ataupun pulau.
Terkadang Buku Atlas juga dilengkapi informasi selain peta datar. Terdapat informasi terkait negara, geopolitik, karakteristik wilayah, hingga budaya.
Baca Juga: Berada di Wilayah Tinggi, Kalurahan Gerbosari Berdaya melalui Tanaman Krisan, Punya Puluhan Greenhouse Kini Jadi Agrowisata
Di Indonesia, Buku Atlas merupakan buku yang memuat secara spesifik setiap provinsi. Sehingga, kerap sekali menjadi buku acuan pebelajaran di bangku sekolah. "Tidak perlu dipaksa membaca, karena menarik dan dapat wawasan baru," ungkapnya.
Rosa menyampaikan, Buku Atlas cukup berkesan baginya. Lantaran tak perlu pemaksaan untuk membaca buku ini. Atlas tergolong sebagai buku yang menarik, penuh dengan gambar dan informasi menarik. Membuat pembacanya tak bosan untuk melihat buku.
Terkadang pelajar seperti Rosa, berulang kali membaca atlas tanpa bosan. Membuat dirinya hafal dengan informasi yang berada di atlas. Bahkan jika membaca peta buta, ia bisa melengkapi informasi seperti yang tercantum di atlas. "Sudah terbiasa, malah sering dibuat sebagai permainan tebak-tebakan," ungkapnya
Baca Juga: Karyawan Warung Makan di Kota Jogja Diseret ke Pengadilan, Ketahuan Delapan Kali Buang Sampah Sembarangan
Rosa menjelaskan, saking menariknya atlas anak zaman dulu sering menggunakan materi atlas sebagai permainan. Salah satunya tebak-tebakan negara berdasarkan peta dan karakteristik. Tentunya berpedoman terhadap buku atlas.
Senang Hafalkan Nama-Nama Tokoh
Atlas adalah kumpulan peta yang disatukan dalam bentuk buku. Para pembacanya mengaku buku ini mampu membuat mereka bisa berimajinasi pergi ke berbagai negara di belahan dunia.
Salah satunya Mar’atu Husnia Alfi. Dia menjelaskan, atlas membantunya untuk mengerjakan tugas menggambar peta saat duduk di bangku sekolah dasar. Di sana dia jadi memahami soal garis khayal. "Kadang suka aku tekuk biar bulat. Terus aku bayangin jadi seperti globe," katanya.
Alfi juga mengaku mendalami berbagai informasi dalam atlas merupakan hiburan. Dia bisa melihat berbagai ketinggian wilayah, hewan endemik, sampai nama-nama pahlawan. "Saat sekolah juga diminta menghafalkan. Jadi membayangkan pergi ke berbagai negara," tambahnya.
Menurutnya, belajar geografi lewat Buku Atlas lebih nyaman dibanding lewat media elektronik. Hal ini karena berbagai informasi bisa didapat dalam sekali lihat. "Beda kalau lihat google maps, harus zoom in dan zoom out," katanya.
Hal senada diungkapkan Lia Sari. Saat sekolah dia mengaku diminta menghafalkan berbagai informasi yang ada di atlas. "Dulu hafal. Kalau sekarang sudah banyak yang lupa," katanya.
Menurutnya, membuka atlas merupakan kesenangan tersendiri. Apalagi ketika melihat buku atlas yang berukuran besar. Dia menyebut kertas atlas khusus, tidak seperti buku biasa. "Halamannya warna-warni, jadi bisa berfantasi pergi ke berbagai tempat," tambahnya.
Dia menyebut kerap menghubungkan informasi atlas dengan tokoh-tokoh film mancanegara. Sehingga bisa tahu seberapa jauh tokoh tersebut tinggal.
Selain itu, melihat jenis-jenis hasil bumi yang dihasilkan suatu negara. "Dulu atlas dibelikan bapak. Kalau sekarang sudah enggak pernah lihat lagi," tandasnya. (gas/del/laz)