JOGJA- Stasiun Tugu Jogja menjadi lokasi favorit wisatawan khususnya dalam berswafoto.
Adanya wajah baru tersebut dikonsep dengan pendekatan estetika, fungsional dan budaya lokal menjadi konsep wajah stasiun tersebut.
"Stasiun yang selama ini dikenal sebagai simpul transportasi vital kini juga menjelma menjadi salah satu spot selfie populer di kota budaya," ujar Plt Sekretaris Perusahaan KAI Properti Ramdhani Subagja saat dimonfirmasi, Jumat (15/5/2025).
Transformasi wajah stasiun dilakukan untuk menambah daya tarik secara visual.
Beautifikasi tersebut dilakukan dengan menyesuaikan karakter lokal dan nilai sejarah.
Diketahui bangunan tersebut sudah berusia ratusan tahun.
Stasiun Tugu Yogyakarta telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya (BCB) dengan SK Menteri nomor PM.25/PW.007/MKP/2007.
“Stasiun Yogyakarta adalah etalase utama kota ini bagi para pendatang," tuturnya.
Keunikan Stasiun Tugu Jogja terletak pada posisi bangunannya yang diapit oleh peron dan jalur kereta api di sebelah selatan dan utara.
Konsep bangunan sejak 1927 bergaya Art Deco dan dipertahankan dalam beautifikasi hingga sekarang.
"Kami percaya bahwa ruang publik seperti stasiun harus bisa memberikan kesan pertama yang hangat dan membanggakan," terangnya.
Beberapa sentuhan baru yang diberikan di antaranya pada area fasad, tata pencahayaan, hingga elemen interior.
Tentunya beautifikasi tersebut tidak serta merta merubah bentuk asli, melainkan memperindah dan menambah aspek lain.
"Jadi banyak penumpang yang mengabadikan di bangunan ikonik ini," tandasnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin